Kasus Perusakan Musala LDII di Jember Berakhir Damai
Sabtu, 22 Sep 2007 09:27 WIB
Jember - Kasus perusakan musala Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul berakhir damai, setelah adanya kesepakatan bersama antar tokoh agama setempat.Pertemuan perdamaian itu dipimpin Kapolwil Besuki Kombes Suryandri Saiful di Mapolres Jember, Jum'at (21/9/2007) malam yang diikuti oleh Komandan DistrikMiliter 0824 Jember Letkol Inf Mulyo Aji, Kapolres Jember AKBP Adang Ginanjar,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Sahilun Natsir, Ketua MuhammadiyahJember Baharuddin Rasyid dan Ketua DPD LDII Jember Budiono. Pertemuan itu juga diikuti oleh seluruh jajaran kepala satuan di POlres Jember dan pengurus LDII Jember. Seusai pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu disepakati jika persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang. "Pertemuan ini dilakukan agar kasus yang kemarin tidak terulang lagi. Semua sepakat menjaga keamanan Jember agar lebih kondusif," kata Suryandri kepada detiksurabaya.com, Sabtu (22/9/2007). Pengrusakan yang terjadi, lanjut Suryandri, murni dikarenakan masih belum adanyaijin dari warga sekitar untuk pembangunan musala itu. Hal itu dibenarkan juga oleh Ketua DPD LDII Jember Budiono. Menurutnya tidak ada masalah antara warga dengan anggota LDII. "Hanya kesalahpahaman tentang perizinan itu saja. Jadi persoalan itu tidak ada di LDII. Kasus ini sudah selesai," katanya.Selanjutnya, pihak LDII Jember akan lebih berkoordinasi dengan MUI Jember untukkegiatan-kegiatan keagamaan sehingga tidak akan timbul salah persepsi lagi.Ketua MUI Jember, KH Sahilun menerangkan jika persoalan konflik memang menjadi pekerjaan rumah MUI. Karena itu pihaknya harus menjembatani agar konflik itu diselesaikan secara damai. "Asalkan ada koordinasi, pembinaan pada organisasi dan kesadaran antar umatberagama maka konflik itu tidak akan terjadi. Dalam kasus pengrusakan itu murnikarena tidak ada izin pembangunan bukan karena hal yang lain," katanya.Sementara itu, polisi terus melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut. Polisitelah memeriksa 7 saksi dari anggota LDII Tanggul dan warga sekitar. Sedangkan dari pihak penyerang, polisi masih belum bisa memeriksa karena jumlahnya banyak. "Sampai saat ini belum ada tersangka," kata Suryandri Saiful.
(gik/gik)











































