11 Komputer SMUN 1 Kediri Raib Digondol Maling
Rabu, 19 Sep 2007 14:21 WIB
Surabaya - 11 Unit komputer baru milik SMUN 1 Kediri yang dipersiapkan untuk akses internet raib sebelum digunakan. Pihak sekolah mencurigai, pelaku pencurian adalah orang dalam. Pencurian ini pertama kali diketahui oleh Ismail (35), pesuruh sekolah pada pukul 05.30 WIB pagi tadi, saat hendak melakukan tugasnya membersihkan halaman sekolah. "Kalau berih-bersih biasanya saya nggak pernah lewat pintu timur, tapi pagi tadi saya sengaja lewat pintu itu, eh nggak taunya tralis jendela laboraturium komputer telah rusak," cerita Ismail, saat menjalani pemeriksaan di Maspolsek Mojoroto, Rabu (19/9/2007). Sementara petugas jaga malam yang bertugas pada malam saat pencurian terjadi, Miyadi (49), mengaku tidak mengetahui adanya pencurian di laboraturium komputer. Miyadi menceritakan kemarin malam sempat ada kegiatan siswa sholat tarawih,danbeberapa guru berlatih badminton hingga jam 12 malam."Setelah guru-guru pulang saya bersih-bersih dikelas barat sampai jam 3 pagi.Setelah itu saya tiduran di kantor, dan bangaun jam 5 pagi. Saya nggak dengar sama sekali adanya suara mencurigakan," kata Miyadi. Miyadi juga menuturkan, saat semua guru pulang, seluruh pintu telah dikuncinyakembali. Namun untuk ruang komputer, Miyadi mengaku tidak ikut membawa kuncinya. Pihak SMAN 1 Kediri melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Edi Suyitno,mencurigai pelaku p[encurian ini adalah orang dalam yang telah paham dengan keadaan yang menjadi kebiasaan di sekolahnya. "Bisa jadi pelakunya orang dalam, karena yang mengetahui adanya komputer baru kan hanya orang dalam. Tapi semua kita serahkan kepada polisi," ungkap Edi Suyitno. Edi juga mengungkapkan kecurigaa sekolah terhadap orang dalam juga melihat motif pelaku pencurian tersebut. Dari 11 komputer yang dicuri, tidak semua dilarikan, namun hanya diambil pada bagian motherboard, procecor, dan hard disc-nya saja. Total komputer yang hilang ada 11 unit, terdiri dari 100 unit operator, dan satu unit dipersiapkan untuk server, dengan harga mencapai Rp. 8 juta. "Untuk kerugian kita belum mengeatahuinya, tapi khusus untuk server harganyamencapai Rp. 8 juta," lanjut Edi Suyitno. Hingga pihak reskrim Polsek Mojoroto yang menangani kasus percurian inimasihberusaha mengungkap pencurian ini. Saksi-saksi yang mengetahui adanya pencurian ini, masih menjalani pemeriksaan intensiv di Mapolsek Mojoroto.
(bdh/bdh)











































