Status Waspada, Warga Nekat Datangi Gunung Kelud
Selasa, 18 Sep 2007 17:23 WIB
Kediri - Status waspada dari Gunung Kelud ternyata justru mengundang minat masyarakatuntuk menyaksikanya. Meskipun larangan naik telah tertera di depan pintu masuk, hal ini tak menyurutkan puluhan minat warga mendatangi puncak Gunung Kelud. Ironis, petugas penjagaan di depan pintu masuk mengaku tak kuasa melarangpengunjung menuju puncak Gunung Kelud dengan alasan tak berwenang. Hingga hari ini sedikitnya 10 warga setiap hari masih tampak ada yang datang dan menuju puncak Gunung Kelud. Hal ini diungkapkan oleh Suyoto, salah satu mitra kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, yang bertugas memungut retribusi. "Masih ada yang datang, kami sudah ingatkan dan tunjukan papan larangan, tapi tampaknya mereka tetap ngeyel," kata Suyoto, Selasa (18/9/2007). Suyoto juga mengtakan alasan dari pengunjung yang datang, rata-reta merasa penasaran dengan pemberitaan beberapa media mengenai peningkatan aktifitas Gunung Kelud. Namun ternyata tidak semua yang datang dengan alasan penasaran. Masih menurutSuyoto, beberapa hari yang lalu ada yang nekat mandi di danau kawah dengan alasan mistis. "Kemarin yang namanya Erik, bahkan datang untuk mandi di danau kawah. Ketika saya tanya katanya biat awet muda," lanjut Suyoto. Ketika ditanya mengenai tidak adanya pelarangan tegas dari petugas, Suyoto mengaku tidak berkuasa melarang pengunjung masuk ke area wisata Gunung Kelud. "Kita ini surat tugas saja tidak punya, kalau ditentang pengunjung kami mau bilang bagaimana," katanya. Dengan penutupan objek wisata Gunung Kelud ini, Suyoto juga mengaku tidakmendapatkan penghasilan apapun setiap harinya. "Kita ini kan gajinya dari berbagi hasilo dengan Pemkab berdasarkan penjualan tiket masuk," kata Suyoto. Apabila hari biasa, penjulan tiket masuk bisa mencapai 1 bendel dengan penghasilan mencapai Rp. 300 ribu. Sedangkan di hari libur pendapatanya bisa mencapai Rp 1 juta. Secara terpisah Kabag Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo mengungkapkan sebenarnya Dinas Pariwisata telah memasang papan larangan didepan pintu masuk. Untuk iti pihaknya sangat menyanyangkan kenekatan pengunjung. Terkait pengakuan petugas penjaga yang tak kuasa melarang pengunjung datang, Sigit mengaku telah memerintahkan petugas untuk melarang tegas pengunjung yang nekat masuk. "Pak Mujianto (Kadin Pariwisata) telah mengultimatum petugas agar mulai tegas kepada pengunjung hari ini. Makanya kami minta mereka tegas terhadap pengunjung, ini untuk keselmatan mereka sendiri," ungkap Sigit Raharjo.
(bdh/bdh)











































