Kabut Tebal Selimuti Puncak Gunung Kelud

Kabut Tebal Selimuti Puncak Gunung Kelud

- detikNews
Selasa, 18 Sep 2007 16:55 WIB
Kediri - Fenomena alam unik terjadi di puncak Gunung Kelud saat aktifitasnya terus menunjukan peningkatan. Selasa (18/9/2007) dini hari hingga siang ini kabut tebal tampak menyelimuti puncak Gunung Kelud yang mengakibatkan jarak pandang tak lebih dari 50 meter. Kemunculan kabut ini juga disertai gerimis hujan. Umar Rosadi, ketua tim tanggap darurat Gunung Kelud, saat dikonfirmasi di puncak menyebutkan kondisi ini murni fenomena alam. "Ya mungkin saja waktunya kabut turun, nggak ada kaitanya dengan aktifitas Gunung Kelud yang meningkat akhir-akhir ini," kata Umar Rosadi. Kabut tebal yang menyelimuti puncak Gunung Kelud, juga diakui oleh Umar Rosadisebagai tambahan hambatan bagi tim yang dipimpinya dalam melakukan tugas pemantauan aktivitas Gunung Kelud. "Kemarin hambatan kami dalam pemetaan kadar CO2 hanya angin kencang, sekarang malah ada kabut. Ini sangat menyulitkan kami, dan hingga hari ini belum dapat kami ketahui kandungan CO2 di danau kawah," lanjut Umar Rosadi. Hingga pukul 15.00 WIB berdasarkan pantauan langsung dari depan terowongan ampera, satu-satunya pintu masuk menuju danau kawah, kabut bahkan sudah tampak turun dan mengakibatkan jarak pandang sangat pendek. Jarak pandang saat ini tak lebih dari 50 meter. Terkait perkembangan terbaru dari aktifitas Gunung Kelud, Umar Rosadi mengatakan, belum ada peningkatan berarti. "Hingga pukul 12.00 WIB siang tadi tercatat ada 3 kali gempa tektonik. Untuktemperatur air danau saat ini berkisar antara 33,9 sampai 34,1 derajat celcius," katanya. Umar Rosadi juga menambahkan warna danau kawah saat ini menjadi hijau kekuning-kuningan dengan sebagian bibir danau tampak warna putih. Perubahan ini menurut Umar, akibat adanya peningkatan kadar gas dalam danau kawah. Status waspada hingga kini masih tetap diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. (bdh/bdh)
Berita Terkait