Bus vs Truk Tewaskan 10 Orang
Polda Jatim: Lebar Jalan di Mantingan Tidak Standar
Sabtu, 15 Sep 2007 22:38 WIB
Ngawi - Polda Jatim langsung turun tangan pascatabrakan bus dengan truk tangki yang menewaskan 10 orang penumpang di Mantingan. Kepala Sub Bagian Direktorat Pembinaan Penegakan Hukum, AKBP Ari Subiyanto menyimpulkan hasil olah TKP telah ditemukan struktur jalan labil, aspal gelombang, lebar jalan hanya 7,5 meter dan bau jalan terlalu menukik.Sehingga, kemungkinan besar sopir truk tangki tersebut bermaksud menyalip Bus Gaya Kerja di Jalan Raya Ngawi-Solo itu, namun tidak menguasa medan. Selain itu, pada saat mendahului kecepatan kendaraan diduga terlalu kencang."Akibatnya, dia (sopir) tidak bisa menguasai kendaraannya dan terjadilah menabrak bus naas ini. Dan lebar jalan standarnya berukuran mencapai 9,5 meter. Tapi di TKP, ditemukan hanya sekitar 7,5 meter," tegasnya kepada wartawan, disela-sela olah TKP, Sabtu (15/9/2007).Menurutnya, untuk menyebab fisik kedua kendaraan, hingga malam ini pihaknya belum berani berspikulasi misalkan rem truk tangki gandeng tersebut blong. "Untuk ini, kami belum bisa memastikan, apakah kelalaian sopir atau faktor lain. Sebentar dulu, biar petugas kami menyelesaikan pekerjaannya dulu," tendas AKBP Ari Subiyanto.Pantauan detiksurabaya.com, olah TKP berakhir pada pukul 15.45 WIB dan dilanjutkan evakuasi bangkai Bus Gaya Kerja yang saat ini kondisi bagian depan ringsek. Setelah itu, dilanjutkan evakuasi truk tangki yang bagian depan menungkik ke curang sedalam 2,5 meter tepatnya di persawahan milik petani setempat.Sejak kejadian pagi hingga malam ini, tetes cair sebayak 10.000 liter yang berada di tengki milik PT Bhirawa Kediri terus mengalir deras membanjiri persawahan.
(gik/gik)











































