Ramadan Datang, Pasar Takjil Bertebaran
Sabtu, 15 Sep 2007 17:10 WIB
Kediri - Datangnya bulan suci Ramadhan ternyata bukan hanya ditandai dengan mulainya umat islam berpuasa. Di Kediri, sejumlah ruas jalan raya, yang biasanya padat oleh lalu lalang kendaraan, pada sore hari di bulan ramadhan ini berubah menjadi sebuah pasar dadakan. Yang menarik, tidak semua pedagang berorientasi pada bisnis semata. Beberapa pedagang mulai bermunculan saat hari kedua puasa. Mereka menjajakan berbagai macam dagangan yang berupa makanan sebagai sajian untuk berbuka puasa. Berbagai makanan tersebut antara lain sayuran, lauk pauk, hingga minuman dalam berbagai bentuk, seperti es buah, dan jamu tradisional. Berbagai ruas jalan raya yang mulai dipadati pedagang makanan antara lain Jalan Hayam Wuruk, Pahlawan Kusuma Bangsa, Airlangga, hingga di seputar Taman sekartaji. Sophiah (45), salah satu pedagang mengakui datangnya bulan puasa membawa berkah tersendiri bagi keluarganya. Jika di hari biasa, dia membuka warung didepan rumahnya, maka di bulan pasa ini, tempat berdagangnya berpindah tempat di pinggiran jalan raya. "Ya Alhamdulillah masih bisa berjualan. Kalau yang dirumah kan nggak bisa lagi jualan, makanya saya dan anak-anak jualan sayuran disini," cerita Sophiah, yang berdagang sayuran bersama 2 anaknya, Jum'at (14/09/07). Lain lagi cerita yang diusung oleh pasangan Supardi (34), dan Retno (31). Pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Setonopande, dan keseharianya bekerja sebagai pembantu di sebuah rumah makan ini, rela mengusung lapak setiap hari dengan jarak mencapai 5 KM dari rumahnya. "Meskipun capek karena harus boyongan setiap hari, tapi hasilnya cukup lumayandaripada jadi pembantu," kata Retno. Retno juga mengakui dengan berbekal kemapuanya meracik bumbu makanan dari pengalamanya sebagai pembantu di rumah makan, dalam satu hari dia dan suaminya bisa meraup keuntungan lebih dari Rp. 50 ribu. "Lumayan lah Mas, buat tambahan penghasilan di bualn puasa. Apalagi sebentara lagi kan lebaran," lanjut Retno. Namun tidak semua, pedagang di pasar dadakan ini berorientasi pada bisnis dengan mengejar keuntungan semata. Tidak sedikit diantara mereka yang menjadikan berdagang sayuran ini sebagai pengalaman dan mengisi waktu luang. Seperti Rika Septiani (21) bersama teman-temanya. Gadis yang mengaku masih duduk di bangku kuliah semester 7 di salah satu universitas swasta di Kediri ini, memanfaatkan mobil bak terbuka milik orang tuanya sebagai tempat berdagang. "Ya nambah pengalaman saja lan Mas, apalagi saya kan jurusan ekonomi, harus punya pengalaman berdagang," kata Rika. Ketika ditanya mengenai keuntungan, Rika dan teman-temanya mengaku belum berfikir mengenai untung dan rugi. "Kita ini modalnya kan patungan, makanya kami belum berfikir kerugian. Tapi sepertinya pasti untung dech, kan sayurnya selalu habis," lanjut Rika. Bermunculanya pedagang sayur dadaan di ruas jalan, ternyata juga membuat pekerjaan petugas kepolisian bertambah. Hal ini tak lepas dari posisi pedagang yang tak jarang memakan sebagian badan jalan. "Untuk menjaga ketertiban, kita untuk tahun ini telah mengatur sejak awal. Semua pedagang tidak boleh berdagang terlalu maju ke badan jalan," kata AKP. Edi Hariadi Kasat Lantas Polresta Kediri.
(bdh/bdh)











































