Gunung Kelud 'Waspada', Warga Perkuat Atap Rumah

Gunung Kelud 'Waspada', Warga Perkuat Atap Rumah

- detikNews
Sabtu, 15 Sep 2007 12:12 WIB
Kediri - Status waspada yang diberlakukan oleh Pos Pantau Margomulyo atas ningkatan aktifitas Gunung Kelud, juga membuat warga di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri bersikap waspada. Bahkan beberapa warga telah bersiap dengan membenahi bagian rumahnya guna tempat berteduh. Namun warga mengaku masih enggan mengungsi sebelum ada perintah dari pemerintah setempat. Berdasarkan pengamatan di sekitar Gunung Kelud, beberapa warga tampak masih bekeja seperti biasanya, yaitu bertani dan menjadi buruh petik cengkih di Perkebunan Margomulyo. Namun demikian, beberapa warga mengaku meskipun tetap menjalankan aktifitas kerja seperti biasa, sikap waspada juga tetap diterapkan. "Perasaan was-was pasti ada Mas, apalagi kondisi gunung seperti itu," kata Sugianto (36), salah satu warga Desa Sugihwaras yang bekerja sebagai buruh petik cengkih, Sabtu (15/9/2007). Hal yang sama juga diungkapkan Sipon (55). Lelaki yang telah 3 kali merasakandampak letusan Gunung Kelud ini mengaku hingga hari ini beberapa warga bahkantelah ada yang memasang papan pelindung pada bagian atap rumahnya. "Pada bagian bawah atap dilapisi papan, agar kalau nanti hujan debu, atap kuatmenyangganya," kata Sipon. Sipon menambahkan, pemasangan papan pelapis atap ini dilakukan berdasarkanpengalaman dari kejadian dampak letusan terakhir pada 10 Febuari 1990 yang lalu. "Saat itu banyak rumah gentingnya roboh karena tak kuat menyangga banyaknya debudi atasnya. Kita belajar dari pengalaman yang lalu," lanjut Sipon. Sementara Penjabat Sementara (PJ) Kepala Desa Sugihwaras, Susiadi mengaku beberapa warganya tampaknya masih enggan mengungsi. Hal ini juga karena berdasarkan pengalaman letusan sebelumnya, warga baru akan bersedia mengungsi jika sudah ada perintah dai Pos Pantau. "Pokoknya warga percaya dengan apa yang dikatakan Pos Pantau. Kalau statusnyasudah dinaikan siaga, dan ada perintah mengungsi, pasti warga juga akan nurut," kata Susiadi. Susiadi juag menambahkan, selain berpedoman pada peintah petuga Pos Pantau, warga juga memiliki cara tesendiri untuk melihat tanda-tanda gunung akan meletus. "Biasanya warga melihat, jika hewan liar yang ada di atas gunung sudah mau turun dengan sendirinya, berarti dapat dipastikan gunung akan segera meletus," tambah Susiadi. (gik/gik)
Berita Terkait