Tolak Jadi Buruh Rokok, PSK Malang Pilih Mudik

Tolak Jadi Buruh Rokok, PSK Malang Pilih Mudik

- detikNews
Jumat, 14 Sep 2007 15:54 WIB
Tolak Jadi Buruh Rokok, PSK Malang Pilih Mudik
Malang - Ratusan pekerja seks komersil (PSK) di Sumberpucung, Malang memilih pulang kampung selama Ramadan. Mereka menolak dipekerjakan sebagai buruh pabrik rokok. "Para PSK pendatang banyak yang pulang kapung, mereka menolak disalurkan ke pabrik rokok," kata Ketua RT 29/RW 03 Dusun Suko, Desa Sumbepucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jatim, Kuswoyo Kasil saat ditemui di rumahnya, Jumat (14/9/2007). Kasil menjelaskan Pemerintah Kabupaten Malang selama Ramadan 2006 menerapkan program menyalurkan PSK dan mucikari ke sejumlah pabrik rokok. Program itu tidak lama berjalan efektif, karena banyak yang mengeluh gaji sebagai buruh pabrik rokok tidak sebanding dengan pendapatan ketika melayani tamu. Gaji buruh linting rokok untuk 1.000 batang hanya Rp 8 ribu. Sebaliknya sekali melayani tamu bisa mendapatkan Rp 50 ribu. Sehingga, kata dia, ketika program itu diterapkan pada Ramadan tahun ini banyak yang menolak. Para PSK yang berasal dari warga setempat enggan mengikuti program tersebut, sedangkan PSK pendatang dari luar Malang memilih pulang kampung. Mereka akan kembali setelah satu pekan setelah Idul Fitri, bersamaan dengan dibukanya lagi lokalisasi. Pantauan di lokalisasi Suko terlihat lengang. Puluhan wiswa tertutup rapat. Tidak ada aktivitas menerima tamu lelaki hidung belang. Di depan gapura terpasang papan bertuliskan "Selama Bulan Ramadan, TUTUP". (mar/mar)
Berita Terkait