Kriminalitas Meningkat, Polisi Turunkan Buser Selama Puasa

Kriminalitas Meningkat, Polisi Turunkan Buser Selama Puasa

- detikNews
Jumat, 14 Sep 2007 08:42 WIB
Jember - Jika para pemuka agama menyerukan untuk memperbanyak ibadah dalam bulan ramadan, polisi menyarankan untuk berhati-hati dan lebih waspada. Sebab dalam bulan ramadan biasanya tindak kejahatan meningkat."Melihat tahun-tahun sebelumnya, selama bulan ramadan pasti ada peningkatan tindak kejahatan," kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Kholilur Rochman, Jumat (14/9/07). Peningkatan kejahatan itu untuk berbagai jenis seperti perampokan, pencurian dalam rumah, pencurian sepeda motor, jambret bahkan pencurian terbaru yang sedang marak yakni pencurian bunga dan tanaman hias. Meski begitu, Kholilur belum bisa menyebut persentase kanaikan tingkat kriminalitas tersebut. "Saya tidak bisa menyebut prosentasenya yang pasti biasanya meningkat. Seperti contoh hari ini dilaporkan ada pencurian bunga," lanjutnya. Salah satu tindak kriminalitas yang sering muncul dalam bulan ramadan adalah pencurian sapi. Sebab banyak orang membayar arisan dengan sapi untuk kebutuhan hari raya. "Dalam tradisi Madura, arisan sapi terutama menjelang hari raya masih berlangsung. Sehingga banyak muncul juga pencurian sapi itu," lanjut Kholilur. Untuk mengantisipasi tindak kriminalitas itu, Khlolilur meminta masyarakat harus lebih ekstra hati-hati. Selain itu, Satreskrim Polres Jember juga telah menurunkan empat unit Buru Sergap (Buser) di empat kawasan di Jember yakni Barat, Selatan, Timur dan Kota. "Sejak hari pertama puasa, kita telah menerjunkan empat unit tersebut dan telah kita persenjatai baik senjata laras pendek maupun laras panjang," tegas Kholilur. Selain pencurian sapi, pencurian sepeda motor masih menempati rangking pertama tindak kriminalitas di Jember. Untuk jajaran Polwil Besuki, Kabupaten Jember memang menempati rangking pertama untuk pencurian sepeda motor. Hal itu dibenarkan Kapolwil Besuki, Kombes Pol Suryandri Saiful. "Curanmor Jember masih nomor satu, sehari bisa empat kali curanmor," kata Suryandri. Oleh karena itu jajaran Polres Jember tidak segan untuk menindak tegas pada pelaku kejahatan. Menurut kholilur dalam dua minggu lalu, pihaknya menangkap 20 pelaku kejahatan yang semuanya ditembak kakinya karena melawan dan semuanya residivis. (mar/mar)
Berita Terkait