Sopir Mogok, Aktifitas Giling di Pabrik Gula Mrican Macet
Selasa, 11 Sep 2007 10:27 WIB
Kediri - Sebanyak 250 sopir truk angkutan tebu di Pabrik Gula (PG) Mritjan Kediri,melakukan aksi mogok dengan tidak bersedia melakukan bongkar muatan. Aksi mogok ini dipicu sikap PG yang mengurangi penarikan kereta pengangkut tebu yang berakibat pada penurunan pendapatan sopir. Para sopir melakukan aksi mogok bongkar muat sejak Senin (10/09/07) pukul 23.00 WIB hingga pagi ini.Akibatnya proses penggilingan tebu di PG Mritjan berhenti total. Namun setelah dilakukan pembicaraan, pihak PG bersedia mengembalikan sistem penarikan kereta tebu ke kondisi semula. Hadi Suseno (29), selaku perwakilan sopir angkutan tebu mengaku sangat dirugikan dengan perubahan jatah penarikan kereta pengangkut tebu. "Sebelumnya dalam satu hari kami bisa bongkar 2 sampai 3 kali angkutan. Namun akibat perubahan itu sekarang dalam satu hari kami hanya diberi jatah bongkar 1 kali, dan ini sangat merugikan kami," kata Hadi Suseno (11/09/07). Hadi juga menyebutkan akibat perubahan tersebut pendapatan sopir turun drastis.Apabila dalam kondisi normal, sehari sopir bisa mendapatkan Rp 60 ribu, akibatperubahan tersebut pendapatan sopir hanya tinggal Rp 20 ribu. "Uang itu habis untuk makan sehari Mas," lanjut Hadi Suseno. Sementara pihak PG Mritjan melalui Mandor Tebang Angkut, Imam Alwi menolak jikaperubahan jatah penarikan kereta angkut tebu ini merupakan kesengajaan. "Tidak benar kalau dikatakan kesengajaan. Kami memang mengurang jatah karena ada kerusakan di beberapa unit kereta," kata Imam Alwi. Lebih kanjut Imam menyebutkan, PG Mritjan memiliki 4 unit kereta penarik tebu. Namun dari jumlah tersebut 2 diantaranya sedang menjalani perbaikan. Setelah dilakukan dialog antara pihak PG Mritjan dengan perwakilan sopir, yangdigelar pukul 09.00 WIB pagi tadi, akhirnya disepakati pengembalian jatah penarikan kereta angkut tebu. "Kami sudah sepakat dengan sopir untuk mengembalikan jatah penarikan. Untuksementara kami akan melakukan peminjaman kereta ke PG Lestari 2 Kertosono," ujar Imam Alwi. Akibat aksi mogok oleh sopir angkutan tebu di PG Meritjan tersebut, aktifitas giling tebu sempat terhenti selama 7 jam, yaitu sejak pukul 02.30 WIB dini hari tadi, hingga pukul 09.30 WIB pagi ini.
(bdh/bdh)










































