MUI Tekan Polisi dan Satpol PP Tutup Lokalisasi
Senin, 10 Sep 2007 14:54 WIB
Bojonegoro -
Laki-laki hidung belang dipastikan akan kehilangan tempat 'wisata' selama bulan Ramadan nanti. Sebab tempat hiburan malam, lokalisasi dan warung remang-remang akan ditutup selama sebulan.Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupeten Bojonegoro telah menyurati Satpol PP Pemkab dan Polres Bojonegoro agar menutup tempat maksiat itu. "Mestinya bukan hanya ditutup saat Ramadan saja, bahkan ditutup selamanya," kata KH. Djauhari Hasan, ketua MUI Bojonegoro, Senin (10/9/2007)Sejak beroperasinya sumur minyak Sukowati milik JOB PPEJ, warung remang-remang dan tempat hiburan malam semakin banyak bermunculan. Sebab mereka menanti rezeki dari orang-orang berduit yang suka "jajan" di obyek "wisata" demikian.KH. Djauhari Hasan mendapati, warung remang-remang diam-diam menjual minuman keras dengan kadar alkohol di atas 15 persen. "Seharusnya warung-warung itu dirazia lalu ditutup karena menjual minuman keras tanpa izin," tegas Djauhari.Warung remang-remang dimaksud, terletak di sepanjang Jalan Lettu Suwolo Bojonegoro, yang jaraknya hanya 1 kilometer dari sumur minyak Sukowati. Begitu juga lokalisasi Kalisari di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, yang mudah dijangkau dengan waktu tempuh hanya 5 menit.Kompol Hadi Suryo, kabag Binamitra Polres Bojonegoro menjelaskan, pihaknya sedang mengintensifkan operasi pekat (penyakit masyarakat). "Akhir-akhir ini kami sering razia warung-warung penjual miras dan tempat perjudian," ujarnya.
(mar/mar)










































