Kecaman untuk Ketua DPRD Pasuruan Meluas

Kecaman untuk Ketua DPRD Pasuruan Meluas

- detikNews
Jumat, 07 Sep 2007 12:54 WIB
Madiun - Puluhan wartawan Madiun yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Madiun (KWM) melakukan aksi unjuk rasa mendesak pengusutan aksi kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan berbagai oknum selama ini. Karena kekerasan terhadap wartawan menyulut matinya demokrasi, transparansi dan keterbukaan.Aksi yang digelar disepanjang jalan Kalimantan, Panglima Sudirman, Pahlawan dan berakhir di gedung DPRD Kota Madiun. Massa jurnalis itu, membawakan sejumlah poster yang mengecam tindakan terkutuk Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Akhmad Zubaidi yang telah menyundut wartawan Harian Pagi Surya Arie Yoenianto, Rabu (5/9/2007) di Pendopo Pemkab Pasuruan.Lebih-lebih hal itu dilakukan dengan tindakan kekerasan. Sebab, semua orang memiliki hak jawab atas kasus pemberitaan sesuai dengan UU Pers No 40 Tahun 1999."Jangan lawan insan pers dengan kekerasan, tetapi gunakan hak jawab sesuai UU Pers. Sebab, profesi wartawan dilindungi UU. Apalagi, setiap orang memiliki hak jawab sesuai UU Pers tersebut," tegas Hendri Tri Sugara Korlap Aksi kepada detiksurabaya.com, Jum'at (7/9/2007).Aksi ini diakhiri dengan tabur bunga di depan pintu masuk gedung DPRD Kota Madiun sebagai simbol matinya kebebasan pers akibat ulah kekerasan anggota DPRD layaknya yang terjadi pada wartawan Harian Pagi Surya yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Akhmad Zubaidi. Sementara di Ponorogo, sebanyak 30 wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Muda Ponorogo (IWMP) juga menggelar aksi solidaritas dengan aksi menyalahkan lilin duka cita atas kematiannya kebebasan pers manakala setiap orang selalu melawan insan pers menggunakan kekerasan. Selain membakar ratusan lilin, massa jurnalis menyobek-nyobek kertas koran sebagai simbul mati dan hancurkan demokratisasi yang dibangun melalui media massa."Kami menyesalkan tindakan tersebut. Sebab, tindakan kekerasan seperti itu tak layak dilakukan oleh seorang politisi yang secara konstitusi merupakan pilihan rakyat," jelas Akhmad Subeki, salah seorang promotor aksi puluhan wartawan di Ponorogo. (bdh/bdh)
Berita Terkait