Tipu Adik Kades, Pegawai Depkeu Gadungan Dibekuk
Rabu, 05 Sep 2007 16:51 WIB
Jember -
Hati-hati dengan iming-iming pekerjaan dari orang yang tidak dikenal, karena bisa jadi itu sebagai bentuk penipuan. Penipuan dengan iming-iming pekerjaan itu hampir menimpa Bunga Mahaning Pamuji (25) warga Desa Jubung Kecamatan Sukorambi.Bunga hampir menjadi korban penipuan Agus Turyono (34) yang mengaku dari Jakarta. Ceritanya pada akhir Agustus lalu, Bunga berkenalan dengan Agus di kereta api jurusan Surabaya-Jember. Dalam perkenalan tersebut Agus mengaku sebagai pegawai Departemen Keuangan (Depkeu) RI yang sedang bertugas ke Jember untuk mengaudit Bank Indonesia Jember. Dia juga mengaku pernah mengaudit keuangan RSUD dr Soebandi Jember.Benar saja Agus memang turun di Jember dan menginap di sebuah hotel di Jember. Selama tinggal di Jember, Agus dan Bunga menjalin komunikasi lewat telepon. Dalam perbincangan lewat telepon itu, Agus menawari Bunga pekerjaan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat. Menurutnya, ujian masuk ke BPN akan dilakukan di Jakarta namun penempatan kerja bisa di tingkat provinsi atau kabupaten."Tetapi untuk formulir harus bayar Rp 2,5 juta. Dia ngotot dan memaksa saya supaya beli itu, katanya sudah dibayari dia Rp 2 juta dan saya tinggal membayar sisanya yakni Rp 500 ribu," kata Bunga, Rabu (5/9/2007).Selain meminta uang tambahan Rp 500 ribu, Bunga juga dimintai "uang pelicin" sebesar Rp 15 juta. Namun karena tidak punya uang Bunga hanya memberi uang Agus sebesar Rp 500 ribu.Rupanya, nasib Agus kala itu sedang sial. Saat Agus bertandang ke rumah Bunga, Selasa (4/9/07) untuk mengambil uang formulir pendaftaran tersebut, Agus harus berhadapan dengan kakak Bunga yang juga Kepala Desa Jubung, Bisma.Bisma yang curiga mendengar cerita Bunga tentang kengototan Agus meminta uang, langsung menginterogasi pegawai Depkeu gadungan tersebut. Ternyata jawaban Agus berbelit-belit dan mencurigakan, akhirnya Bisma melaporkan Agus ke Mapolsek Sukorambi.Akhirnya di depan polisi Agus mengaku jika dirinya hanyalah seorang sales buku yang mempunyai pacar di Fakultas Kedokteran Universitas Jember. "Karenanya dia sering ke Jember, bahkan mengaku kenal dengan beberapa dokter. Padahal dia hanya sales buku," kata Bunga.Karena perbuatannya itu, saat ini Agus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukorambi.
(mar/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































