Usai Makan Tumis Kol, Sekeluarga Keracunan

Usai Makan Tumis Kol, Sekeluarga Keracunan

- detikNews
Rabu, 05 Sep 2007 14:15 WIB
Surabaya - Satu keluarga keracunan setelah menyantap tumis kol dan tauge. Dua dari lima korban saat ini dalam kondisi kritis.Pihak Puskesmas yang menangani korban, menduga korban keracunan oleh bakteri yang terkandung dalam kol.Korban keracunan itu adalah Jamiran (60), Katiyah (53), Kartini (26), Supriono (26), dan Palupi (23). Kelimanya merupakan satu keluarga yang tinggal di Dusun Ngatup, Desa Kambingan, kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Keracunan masal ini bermula saat Kartini pada hari Selasa (4/9/2007) mendapatkan sayur kol dan tauge dari mertuanya. Sayuran itu dibeli dari pasar di sekitar unit I PT. Gudang Garam Kediri. Pada hari yang sama , yaitu sekitar pukul 11.00 WIB sayuran itu ditumis untuk dimasak sekeluarga. Namun seusai menyantap tumis tersebut, keluarga tersebut mengaku pusing, mual dan muntah-muntah. Meski terus mengeluarkan cairan, keluarga tersebut menganggap hanya masuk angin biasa. Keluarga tersebut baru sadar telah menjadi korban keracunan, setelah 2 anggota keluarga mereka semakin parah kondisinya. Rabu (5/9/2007) pagi ini pukul 11.00 WIB semua korban dilarikan ke Puskesmas Pagu untuk mendapatkan perawatan. "Yang pertama kali keracunan Bapak (Jamiran). Kami kira hanya masuk angin biasa, makanya kami biarkan dengan cukup kerikan. Namun kondisi ini semakin parah, bahkan seluruh keluarga kami keracunan," cerita Kartini.Saat ini 2 dari 5 korban keracunan masih dalam kondisi kritis, yaitu Supriono dan Jamiran. Keduanya masih belum sadarkan diri, meskipun telah mendapatkan perawatan intensif. Kepala Puskesmas Pagu, dr. Ika Chandra Kusuma mengatakan penyebab keracunan masih belum bisa ditentukan. Pihaknya telah menyerahkan sampel muntahan korban keracunan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan tes epidomologi (tes untuk mengetahui kandungan bakteri beracun). "Kita tunggu saja hasil tesnya. Tapi kalau kasus keracunan biasanya disebabkan kandungan bakteri beracun. Mungkin terdapat pada sayur kubis yang dikonsumsi," kata Ika.Ika menambahkan kondisi korban yang memburuk karena terlalu banyak kehilangan cairan tubuh. Dengan terus diberikan cairan infus, dalam dua hari ke depan, diharapkan kondisi korban bisa membaik. (mar/mar)
Berita Terkait