MUI Kediri Bolehkan Hiburan Malam Buka Saat Ramadan
Selasa, 04 Sep 2007 16:02 WIB
Kediri -
Keputusan kontroversial dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kediri. Dalam rapat koordinasi di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, diputuskan tempat hiburan malam eks lokalisasi tetap diperbolehkan buka di bulan suci Ramadan. Rapat koordinasi yang juga dihadiri perwakilan pengusaha tempat hiburan malam dan organisasi masyarakat itu. Keputusan yang kontroversi ini dikeluarkan dengan alasan kemanusiaan. "Kalau ditutup total kan kasihan karyawanya. Ini semua diputuskan semata-mata hanya karena kemanusiaan," kata Saiful Chiri, Kabag Kesra Pemkot Kediri, mewakili Wachid, Ketua MUI Kota Kediri, Selasa (04/09/07). Lebih lanjut Saiful Choiri menambahkan, keputusan ini juga tetap menggunakan batasan-batasan waktu jam operasional tempat hiburan malam dan eks lokalisasi tersebut. "Tadi kita sudah buat kesepakatan mereka diperbolehkan buka pada jam seusai salat tarawih hingga pukul 23.00 WIB. Jam bukanya juga relatif tidak harusd imulai pukul 8 malam," lanjut Saiful Choiri. Sementara pendapat yang sama juga diungkapkan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kediri, KH. Wildhan Mukholadun, selaku wakil ormas dalam pertemuan tersebut. "Kita yang terpenting bagaimana mempertahankan kondisi kondusif di Kediri yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. Lagian kalau ditutup total, kan ini menyangkut kebutuhan hidup karyawan tempat hiburan malam tersebut," ujar KH. Wildhan Mukholadun. Menanggapi keputusan tersebut, perwakilan pemilik tempat hiburan malam menyambutnya dengan gembira. Hal ini diungkapkan oleh Erna, salah satu escort girl di tempat karaoke di Kota Kediri. "Kita sangat berterima kasih karena masih diberi kesempatan bekerja," kata Erna. Namun Pemkot Kediri tetap memberlakukan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan keputusan bersama ini. Pemkot mengaku tidak segan-segan membubarkan tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional yang telah disepakati. "Kita akan lakukan pembubaran jika ada yang melanggar, karena kita tidak ingin kelonggaran ini menjadikan warga yang tidak setuju akan berbuat anarkis," kata Saiful Choiri.
(mar/mar)










































