Diperlakukan Arogan, Puluhan Karyawan Puskesmas Mogok
Jumat, 31 Agu 2007 14:23 WIB
Situbondo -
Mengaku sering diintimidasi dan diperlakukan di luar batas prosedur kedinasan, puluhan karyawan Puskesmas Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jatim, melancarkan aksi protes, Jumat (31/8/2007). Mereka mendatangi kantor Dinas Kesahatan, menuntut agar Kepala Puskesmas Arjasa, dr Agus Setya Budi, dicopot dari jabatannya. Akibat aksi protes dan mogok kerja tersebut, aktivitas medis di Puskesmas Arjasa lumpuh. Seluruh ruangan tertutup ditinggal oleh para karyawannya dan sejumlah barang inventaris kantor di setiap ruangan juga terlihat berantakan. Kondisi tersebut juga melumpuhkan jasa pelayanan medis. Beberapa masyarakat yang hendak berobat dan memeriksakan diri ke Puskesmas Arjasa terpaksa pulang dan kecewa. "Anak saya semalaman panas. Tapi kok sepi ada apa ya, Mas," tanya seorang ibu yang menggendong anak balitanya di pelataran depan Puskesmas Arjasa. Keterangan yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, aksi protes puluhan karyawan Puskesmas Arjasa dipicu oleh tudingan sikap arogan dan otoriter yang kerap dilakukan oleh Kepala Puskesmas Arjasa, dr Agus Setya Budi. Bahkan perlakukan di luar batas prosedur kedinasan yang dilakukan dr Agus, menurut pengakuan sejumlah karyawannya, di depan masyarakat yang tengah berobat ke psukesmas. "Saya sering dibuat malu. Masak marah-marah harus di depan umum. Seharusnya sebagai pimpinan dia bisa lebih bijak dengan memanggil ke ruangannya. Tidak harus marah di depan publik," ucap Wiwik (32) salah seroang paramedis Puskesmas Arjasa. Karyawan lainya mengungkapkan perlakuan kasar dan arogan dr Agus juga diungkapkan dengan cara mempekerjakan karyawannya hingga du luar jam dinas. "Sudah sering didamprat, kami juga sering diperintahkan untuk bekerja di luar jam dinas tanpa kompensasi," tutur karyawan lain yang enggan menyebut namanya. Aksi protes yang dilancarkan puluhan karyawan Puskesmas Arjasa tersebut langsung ditanggapi oleh pihak Dinkes. Mereka dikumpulkan di ruang pertemuan dan dialog antara karyawan, dr Agus Setyawan serta Plh Kepala Dinkes dr Achmad Chusnul Ibtida, berlangsung terutup. Usai pertemuan tak satu pun dari karyawan yang bersedia memberikan komentar. Begitu pun dr Agus Setya Budi yang langsung ngloyor pergi. "Komentar saya hanya pendek. No comment," tukasnya. Plh Kepala Dinkes Situbondo, dr Achmad Chusnul, dikonfirmasi usai pertemuan juga tidak banyak memberikan komentar. Pihaknya hanya mengungkapkan bahwa yang terjadi di Puskesmas Arjasa hanyalah masalah komunikasi semata. "Ya, memang saya dengan laporan sikap yang katanya arogan dan sewenang-wenang itu. Tapi di lain pihak karyawan di sana juga sering tidak masuk kantor tapi hanya titip absen atau minta tolong rekannya untuk tandatangani absennya. Tapi semua sudah kita selesaikan secara damai dan tidak masalah lagi," ungkap dr Achmad Chsunul.
(bdh/bdh)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































