Kemarau Panjang, Pacitan Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang, Pacitan Krisis Air Bersih

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2007 17:55 WIB
Pacitan - Menyusul datangnya musim kemarau sejak empat bulan terakhir, sejumlah wilayah di kabupaten Pacitan, Jawa Timur mulai dilanda kelangkaan air bersih. Ini seiring menipisnya debet air di embung (penampungan air hujan). Akibatnya sebagian warga terpaksa mengkonsumsi air seadanya meskipun jauh daristandar kesehatan. Selain keruh, air di embung juga cukup sulit diambil lantaran permukaannya kian dekat dengan dasar tanah. "Lha gimana lagi, wong keadaan memang seperti ini. Yang penting kan dimasak dulu," terang Misiyem (40) warga dusun Suruh desa Cemeng kecamatan Donorojo, Pacitan, Kamis (30/08/2007). Selain untuk kebutuhan minum sehari-hari, embung yang dibagi dua masing-masingberukuran 10 x 15 meter tersebut juga digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara akibat kwalitas air yang kurang dari hygenis, sejumlah warga mulaidiserang penyakit kulit. "Tiap habis mandi rasanya malah gatal-gatal," aku Suyani (35) warga lainnya sambil menunjukkan bintik-bintik di lengannya. Lanjut Suyani, diperkirakan catu air yang ada hanya cukup digunakan untuk tiga pekan kedepan. Setelah air benar-benar langka warga biasanya mengandalkan kebutuhan air dari pedagang asal Jawa Tengah. Harganya berkisar 130.000 hingga 150.000 rupiah per tangki berkapasitas 5.000 liter. "Mudah-mudahan tahun ini pemerintah menyalurkan bantuan lebih banyak lagi," pungkas wanita paruh baya itu. (bdh/bdh)
Berita Terkait