Kejujuran Kala Mendapat Uang Lumpur Lapindo Berlebih

Kejujuran Kala Mendapat Uang Lumpur Lapindo Berlebih

- detikNews
Jumat, 24 Agu 2007 09:58 WIB
Sidoarjo - Ada anggapan, mencari orang jujur di zaman sekarang ini bukan perkara mudah. Tapi agaknya anggapan itu tak sepenuhnya benar. Terbukti apa yang dilakukan oleh dua bersaudara ini, menepis anggapan itu. Yayuk Handayani dan Lestari Budiatningsih mengembalikan sisa transfer uang muka 20 persen dari PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ).Sebelum Yayuk dan Lestari, korban luapan lumpur Lapindo, Waras juga telah mengembalikan kelebihan dana yang diterimanya dari MLJ. Kedua bersaudara ini, tidak ingin memakan rezeki yang bukan menjadi haknya. Korban luapan lumpur Lapindo ini dengan rela mengembalikan uang yang ditransfer uang muka ke rekening mereka sebanyak dua kali.Ihwal pengembalian dana ini, bermula ketika Yayuk salah satu dari dua bersaudara yang kini tinggal di rumah ibunya di Rewin, Waru, Sidoarjo mengetahui adanya uang muka yang ditransfer dua kali, ketika akan menabung. Yayuk pun kaget dan memberitahukan kepada Lestari yang merupakan kakak kandungnya.Kakak beradik ini sempat berpikir jika uang muka yang diterima kedua kali merupakan uang tambahan. Uang tambahan itu dalam pikiran anak dari pasangan almarhum Nabhari dan almarhumah Dewi Salfiah, karena rumah mereka di Perumtas I Blok H 11/22 dan Blok H 11/20 sudah bersertifikat. "Sebelumnya saya dan kakak sempat bertanya-tanya, apa mungkin ya kalau sudah bersertifikat mendapat uang muka dua kali lipat," kata Lestari kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (24/8/2007).Karena mengetahui uang itu ternyata bukan miliknya, akhirnya kelebihan dana itupun dikembalikan kedua bersaudara itu kepada MLJ. Uang yang dikembalikan itu masing-masing sebesar Rp 32 juta dari Lestari dan Rp 25 juta dari Yayuk. "Saya dan kakak sama sekali tidak mempunyai pikiran untuk mendapat imbalan. Yang ada dalam hati saya hanya uang itu bukan hak saya," kata Lestari. Yayuk yang juga seorang guru SD mengaku, uang muka pertama yang diterimanya sudah disetorkan ke bank untuk naik haji 2 tahun mendatang. "Uang mukanya sudah saya setorkan untuk naik haji, karena saya sudah berjaanji kepada diri sendiri," jelas wanita lulusan Sekolah Pendidikan Guru tahun 1982.Sedangkan Lestari, menggunakan uang muka yang didapatkannya untuk membeli mobil dan sepeda motor untuk anak semata wayangnya Dito Bayu Prastian.Yayuk menuturkan, rumahnya yang kini terendam lumpur itu merupakan hasil jerih payahnya menjadi guru SD selama 25 tahun. Dia berharap agar sisa uang ganti rugi segera diberikan. "Saya berharap uang sisa 80 persen segera diberikan sehingga saya bisa beli rumah lagi dan yang pasti tidak di daerah Sidoarjo," harapnya. (ze/mar)
Berita Terkait