KA Ekonomi Tidak Akan Dihapus
Rabu, 22 Agu 2007 17:08 WIB
Madiun - Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menegaskan pemerintah tidak akan menghapus kereta api (KA) kelas ekonomi. Apalagi menaikan harga tiket yang selama ini belum pernah dinaikkan. Untuk menekan beban berat yang harus ditanggung PT Kereta Api(KA) dalam operasional KA kelas ekonomi akan diadakan beberapa jenis KA. Demikian disampaikan kepada wartawan, usai melakukan kunjungan kerja ke PT Industri Kereta Api (INKA) di Kota Madiun, Rabu (22/8/2007). "Sebelumnya, memang ada usulan dari PT KA untuk menaikan tarif KA klas ekonomi. Tapi, kami memberikan isyarat boleh dinaikan asal ada perbaikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya. Menjawab pertanyaan wartawan, jika tarif KA kelas ekonomi tidak dinaikkan justru menjadi beban berat PT KA, Menhub menyatakan ada solusi mengadakan KA kelas ekonomi ber AC, dengan tarif berbeda-beda. Melalui tarif yang ada diharapkan beban berat dapat berkurang, sebaliknya mampu menghasilkan laba. Menurutnya, pemerintah tetap mengadakan KA kelas ekonomi dengan syarat-syarat memberikan pelayanan yang baik harus disediakan bagi masyarakat tidak mampu. Selama ini pemerintah mengurangi operasional KA kelas ekonomi, maka memunculkan anggapan yang pemerintah menghapus atau menghilangkan KA itu. Sementara itu, Direktur Utama PT KA Rony Wahjudi menyatakan pertumbuhan angkutan penumpang KA klas ekonomi mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir. Tahun 2004 sebanyak 32,1 juta penumpang, 2005 ada 34 juta lebih penumpang dan 2006 lalu 44,6 juta penumpang. "KA kelas bisnis cenderung mengalami penurunan, jika KA kelas bisnis tahun 2004 lalu mengangkut sebanyak 11,2 juta penumpang, 2005 turun menjadi 10,5 juta penumpang dan 2006 hanya 6,7 juta penumpang. Lain lagi, KA kelas eksekutif tahun 2004 lalu mengangkut 5,8 juta penumpang, 2005 sedikit naik dan 2006 turun menjadi 5,4 juta penumpang," jelasnya.Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan (Dephub), Soemino Eko Sapoetro mengatakan untuk menekan angka kecelakaan KA akhir-akhir ini marak terjadi, menerjukan sebanyak hampir 500 pemilik jalan. "Faktor keselamatan inilah, membuat imej buruk dianggap perjalanan memakai KA sudah tidak lagi aman dan nyaman," tandasnya.
(mar/mar)










































