Diduga Teroris, Warga Tulungagung Disergap Densus 88
Kamis, 16 Agu 2007 20:07 WIB
Tulungagung - Seorang warga Tulungagung, bernama Nurul Malik (35) yang sehari-hari tinggal di rumah kontrakan milik Mu'is di Dusun Krajan, Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Kamis (16/8/2007) pagi tadi, ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polda Jawa Timur.Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penangkapan tersebut, namun berdasarkan keterangan para tetangga, Nurul selama ini dikenal tertutup dan sering ada pertemuan dirumahnya. Berdasarkan keterangan dari Marsito, selaku sekretaris desa setempat, penangkapan itu terjadi pada pukul 07.00 WIB pagi tadi. Kedatangan Tim Densus dimulai pada pukul 01.00 WIB Kamis dini hari. Petugas yang berjumlah 15 orang tersebut melakukan pengintain sejak pukul 03.00 WIB, dan baru pada pukul 07.00 WIB, Nurul berhasil dimankan. Marsito mengatakan sebelum diamankan Nurul sempat memberikan perlawanan kepada Tim Densus 88 dengan menggunakan pisau, namun perlawanan yang diberikan tidak berarti. Begitu ditangkap, Nurul langsung dimasukkan ke dalam mobil Toyota Kijang milik Tim Densus 88. "Tim Densus datang ke rumah saya sejak jam satu malam, setelah itu meminta pada saya untuk mendampingi penangkapan tersebut," kata Marsito.Marsito menambahkan selama dirinya mendampingi penangakapan, tidak secuilpun informasi didapatkanya mengenai tujuan penangkapan. Namun Marsito juga menceritakan, begitu dimasukkan ke dalam mobil, ternyata di dalam mobil tersebut sudah ada seseorang yang telah ditangkap sebelumnya. Menurut petugas kata Marsito, tersangka lain yang berada di dalam mobil itu kaki dan tangannya dalam keadaan dirantai. "Saya lihat ada seorang lagi dalam mobil yang katanya dari Banyuwangi, kaki dan tanganya dirantai," lanjut Marsito.Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian baik dari Polres Tulungagung, maupun dari Polsek setempat mengani penangkapan tersebut. Namun seoranganggota Polsek Gondang yang juga mendampingi penangkapan menyebutkan, kemungkinan besar Nurul merupakan buronan terorisme. "Kalau melibatkan Tim Densus 88 Anti Teror, ya kemungkinan dia Teroris," kata anggota Polsek Gondang yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan. Sementara itu dari keterangan Sekdes setempat, diperoleh informasi, Nurul Malik merupakan mantan anggota Marinir yang dipecat 3 tahun lalu. Nurul tinggal di desa itu bersama istri dan 3 anaknya sejak 2 tahun yang lalu dan merupakan pindahan dari Mojokerto.
(bdh/bdh)











































