300 Penghuni Lokalisasi Serbu Bupati Banyuwangi

300 Penghuni Lokalisasi Serbu Bupati Banyuwangi

- detikNews
Senin, 13 Agu 2007 17:36 WIB
Banyuwangi - Sekitar 300 penghuni lokalisasi se-Kabupaten Banyuwangi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani, Senin (13/8/2007) pagi.Mereka menuntut agar Pemkab tidak menutup lokalisasi tempat mereka mencari nafkah.Ratusan massa dari Gabungan Pejuang Rakyat Banyuwangi (GPRB) yang terdiri dari tukang ojek, penjaga keamanan, hingga mucikari laki-laki ini melakukan orasi sambil melambai-lambaikan bendera merah putih. Bahkan, mereka juga membawa berbagai poster-poster yang menuntut keadilan bagi penghuni lokalisasi, bahkan kata-kata emosi pun mereka lontarkan.Abas, salah seorang perwakilan dari GPRB, dalam orasinya meminta kepada Pemkab Banyuwangi untuk bisa bersikap adil. Apalagi menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, para penghuni lokalisasi sangat berharap bisa tetap melakukan aktifitasnya tanpa merasa ketakutan akan kena razia dan adanya rencana penutupan lokalisasi.Pada kenyataannya, perwakilan GPRB yang berada di kantor Bupati, tidak berhasil menemui Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari. Namun, mereka hanya diterima oleh PLT Dinas Kesbang Linmas, Heri Karyo dan Asisten Sosial Ekonomi, Herman Sulistiyono di ruang rapat Sritanjung. Akan tetapi, sejauh ini pihak pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum memberikan jawaban resmi terkait dengan tuntutan GPRB. Lantaran tidak puas dengan hasil pertemuan di kantor bupati, akhirnya para penghuni lokalisasi itu menuju gedung DPRD yang berada di Jalan Adi Sucipto Banyuwangi. Bahkan beberapa perwakilan 5 fraksi sempat melakukan orasi di halaman gedung DPRD. Khoiri Zein, Ketua fraksi Kebangkitan Bangsa, menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada penutupan lokalisasi. Tentu saja pernyataan itu membuat para pengunjuk rasa langsung bersorak gembira. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan polisi bersenjata lengkap dari Samapta dan Dalmas Polres Banyuwangi disiagakan guna mengamankan kantor bupati dan gedung DPRD. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait