Makan Sayur Lodeh, 14 Warga Tulungagung Keracunan
Selasa, 07 Agu 2007 19:58 WIB
Tulungagung - 14 Orang Desa Joho, Kabupaten Tulungagung mengalami keracunan, Selasa (7/8/2007) setelah mengkonsumsi sayur lodeh dan tempe. Saat ini mereka masih menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung karena mengalami mual dan pingsan. Peristiwa ini terjadi saat sejumlah warga tengah melakukan gotong royong membangun masjid di desa setempat dengan dibantu 5 tenaga tukang batu yang disewa. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga, jatah makan dan minum para pekerja disediakan oleh warga secara bergiliran. Pagi tadi, giliran Mutiah yang mendapat tugas menyediakan konsumsi para pekerja. Dengan dibantu tetangga, Mutiah memasak sayur lodeh yang terdiri dari tempe, tahu, dan kentang sebagai menu sarapan. Selain itu, keduanya juga membuat telur dadar sebagai tambahan lauk. Begitu usai menyantap makanan yang dihidangkan, seluruh pekerja langsung merasakan sakit perut dan pusing. Bahkan 2 warga juga sempat pingsan. Begitu melihat banyak warga yang keracuanan, pekerja lainnya yang selamat segera membawa para korban ke puskesmas. Namun, karena sarana di puskesmas tidak memadai, para korban ini langsung dirujuk ke RSUD Tulungagung."Saat mau minum air putih, tiba-tiba perut saya sakit dan pusing. Karena tidak kuat berdiri, saya dibawa ke Puskesmas dan dipindahkan ke rumah sakit," cerita Khudori (41) salah seorang korban saat ditemui wartawan.Hal yang sama juga dialami Umi Hanik (37). Dia yang waktu itu membantu Mutiah memasak juga tidak luput dari keracunan. "Saya tidak ikut makan. Saya cuman mencicipi sayur saat memasak," ungkapnya.Keracunan yang menimpa 14 warga ini diduga berasal dari tempe yang dimasak. Sebab seluruh pekerja yang memakan tempe merasakan sakit yang sama. Sementara bagi warga lain yang tidak ikut mencicipi tempe tidak menderita apa-apa. Menurut dokter jaga Unit Gawat Darurat RSUD dr Iskak, dr Hanis Supraba yang menangani para pasien, seluruh korban mengalami gejala keracunan makanan. Namun dia belum bisa memastikan darimana penyebab keracunan tersebut. "Kalau dari tanda-tandanya mereka mengalami gejala keracunan makanan. Namun penyebabnya kita tidak belum tahu sampai ada pemeriksaan laboratorium," ujar Hanis. Sementara Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Slamet Riyadi saat dikonfirmasi mengaku masih menyelidiki kejadian itu. Saat ini pihaknya sudah memeriksa Mutiah sebagai saksi. Meski tidak terlalu parah, Mutiah sendiri juga mengalamikeracunan dan sempat dirawat di Puskesmas Kalidawir. "Untuk sementara belum ada yang dijadikan tersangka. Kita sudah mengamankan bumbu-bumbu dan sisa makanan untuk diperiksa di labfor," jelas Slamet.
(bdh/bdh)











































