Situs Tondowongso di Kediri Kini Terlantar

Situs Tondowongso di Kediri Kini Terlantar

- detikNews
Selasa, 07 Agu 2007 17:02 WIB
Kediri - Awal tahun 2007 warga Kabupaten Kediri digemparkan dengan penemuan peninggalan purbakala berupa arca yang diyakini sebagai arca dewa Syiwa, di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah. Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut hingga kini telah ditemukan 13 arca dan satu pemandian atau biasa disebut patirtan. Balai Pelestarian Peningggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur, telah memastikan keasliannya, dan menyebut peninggalan tersebut sebagai peninggalan purbakala terbesar di Kediri, dan nomor dua di Jawa Timur. Penemuan pertama dilakukan oleh salah satu pengarjin batu bata yang bermaksud melakukan penggalaian bahan baku, yaitu Maksum (45) yang saat ini telah ditetapkan sebagai juru kunci situs tondowongso, oleh BP3 Jatim. Berturut-turut sejaka penemuan pertama, hingga 3 bulan beerikutnya, terus ditemukan peninggalan-peninggalan purbakala lainnya, antara lain arca Dewa Syiwa, Lembu Andini, Umpak Nandi, dan sebuah patirtan atau pemandian di jaman dahulu kala. Hingga kini total telah ditemukan 13 arca dan satu patirtan, serta reruntuhan pagar luar dari Situs Tondowongso. Penemuan peninggalan purbakala ini telah dipastikan keasliannya oleh BP3 Jatim dalam uji laboratorium purbakala di kantornya di Mojokerto, bulan Maret yang lalu. Bahkan Tim investigasi juga telah diterjunkan, guna melakukan penelitian awal dalam upaya melakukan pemugaran.Setelah dilakukan penelitian awal, BP3 Jatim juga telah memastikan Situs Tondowongso merupakan peninggalan masa Kerajaan Khadiri (Kediri), yang merupakan peninggalan purbakala transisi dari jaman kerajaan Jawa Tengahke Jawa Timur. Sejumlah ciri-ciri yang menjadi patokan bahwa situs Tondowongso merupakan peninggalan jaman kerajaan Kadhiri awal adalah jenis arca yang ditemukan memiliki tekstur yang sangat halus. Arca ini merupakan arca Hindu, yaitu Brahma, Syiwa, Durga, Lingga, Yoni dan Lembu Andini. Tiap arca ditempatkan pada ruang-ruang tersendiri dalam kompleks candi."Situs di Tondowongso dibangun pada abad XI. Ini merupakan karya seni transisi perpindahan kerajaan Jawa Tengah ke Jawa Timur. Masterpiece yang luar biasa," kata I Made Kusumajaya, Kepala BP3 Trowulan, Mojokerto Rabu (14/3) yang lalu, saat memberikan presentasi hasil penelitian awal kepada Bupati Kediri Sutrisno. I Made menambahkan, peninggalan ini merupakan terbesar di Kediri dan kedua di Jawa Timur, setelah Candi penataran di Blitar. Penemuan ini juga sebagai lanjutan dari penemuan di tempat yang sama, yaitu sebuah arca oleh seorang arkeolog asal Jogyakarta, yaitu Sumpomo, pada tahun 1957 silam."Sesuai penelitian batas luar pagar Situs, luas peninggalan ini lebih dari 1 hektar, dan ini merupakan terbesar di Kediri, dan nomor dua di Jawa Timur," lanjut I Made Kusuma Wijaya. Namun sayang, sejak penemuan pertama hingga kini kondisi Situs Tondowongso semakin tidak terawat. Pemantauan terakhir (07/08/07), kondisinya tampak berantakan dan kumuh. Kondisi tak terwat ini disebabkan karena belum pastinya pelaksanaan pemugaran terhadap peninggalan agama hindu ini. Bahkan proses pembebasan tanah dari pemiliknya, yaitu Kiran (75), Suryani (51) dan Munawar (65), hingga kini juga belum menemukan titik terang. "Pemkab tetap enggan membayara harga tanah yang kami inginkan," kata Kiran, salah satu pemilik tanah, Selasa (07/08/07) Kondisi memprihatinkan ini juga berdampak pada sepinya pengunjung. Di awal penemuan, situs ini tak pernah sepi pengunjung, bahkan jika akhir pekan jumlah pengunjung bisa mencapai 1000 orang. Namun sekarang, dalam satu hari dapat dihitung dengan jari. "Sepi, sangat jauh berbeda dengan dulu. Sekarang pendapatan dari parkir hanya cukup buat ngopi," kata Suparno, salah satu penjaga parkir di Situs Tondowongso.Sementara secara terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo mengakui lambatnya proses negosiasi harga tanah. Namun Pemkab berjanji akan segera menyelesaikan negosiasi harga tanah tersebut dan segera melakukan pemugaran. Direncanakan pemugaran situs Tondowongso, baru akan dilakukan pada tahun 2008 mendatang, karena menunggu penyusunan RAPBD baru."Kami baru bisa realisasikan pemugaran pada tahun 2008, menggunakan dana APBD baru. Hingga kini pembebasan tanah juga masih dalam proses, namun akan segera kami selesaikan," kata Sigit Raharjo.Sigit menambahkan, pemugaran Situs Tondowongso merupakan prioritas. Hal ini sesuai dengan usaha Pemkab yang saat ini terus berupaya mengembangkan objek wisata yang ada di wilahnya. "Itu merupakan aset wisata yang luar biasa, pasti akan jadi prioritas kami," lanjut Sigit Raharjo.Kita hanya bisa berharap peninggalan purbakala yang memiliki nilai sejarah yang tinggi ini segera mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Hal ini tentunya agar nilai-nilai sejarah tetap dapat terlestarikan untuk keperluan pengetahuan anak cucu.Ket: Bekas penggalian di Situs Tondowongso (mar/mar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.