Membakar Sampah, Gudang dan Masjid Ikut Hangus
Minggu, 05 Agu 2007 13:56 WIB
Madiun - Kebakaran menghanguskan sebuah gudang fiber glass, bahan baku mainan anak-anak milik Edy Prayitno (45), warga Desa Mojo Purno RT 23 Kecamatan Wungu, Madiun, sekitar pukul 11.30 WIB. Selain melalap habis gudang, api juga membakar sebuah masjid Umar bin Khotob, yang jaraknya berdekatan.Api muncul dari tempat sampah yang berada di tengah-tengah gudang. Api pertama kali diketahui oleh Darsono, pegawai gudang yang sedang bekerja. Api membumbung tinggi dan melalap gudang yang berisi mainan plastik dan bahan baku dari fiber glass."Api itu muncul dari sampah yang tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB dibakar oleh majikan saya, Edy Prayitno," katanya kepada wartawan saat berada di lokasi kejadian di Jalan Sikatan, Madiun, Minggu (5/8/2007).Saat api mulai membesar, 3 karyawan yang masih bekerja langsung berlarian dan berusaha menyelamatkan mainan yang berada di sekitar gudang. Karena api semakin membesar, warga di sekitar membantu memadamkan api dengan mengambil air dari sumur.Karena besarnya, usaha warga tidak mampu memadamkan. Beberapa menit kemudian, 2 unit mobil PMK dari Pemkot dan Kabupaten Madiun datang untuk melakukan penyiraman. Namun api belum juga padam, justru merembet ke masjid yang terletak di depan gudang."Gudang ini sudah habis dilalap api, sementara masjid yang terbakar hampir mencapai 50 persen. Karena merembet ke masjid, kita meminta bantuan mobil dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebanyak 3 unit sehingga total 5 unit," kata Kepala Desa Mojo Purno, Sinu Subagyo.Api bisa dikuasai setelah 2 jam mengamuk. Yang tersisa kini asap putih masih mengepul di gudang tersebut. Hingga kini, petugas PMK masih melakukan pembasahan.Akibat peristiwa itu, warga tidak bisa menunaikan salat dhuhur di masjid seperti biasa. Mereka juga sibuk menyelamatkan harta bendanya untuk menghindari merembetnya api. Diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah, sedangkan korban jiwa nihil.
(fat/fat)











































