Kodam V/Brawijaya Cegah Dini Gerakan Teroris
Sabtu, 04 Agu 2007 13:57 WIB
Madiun - Guna mengantisipasi gerakan teroris dan konflik horisontal, jajaran intelejen diminta untuk lebih aktif maupun giat melakukan pantauan ke lapangan. Selain itu, intelijen TNI melakukan koordinasi dengan jajaran intelejen lain maupun pejabat daerah. "Tanpa pencegahan dini, dipastikan gerakan teroris dan konflik akan merugikan semua pihak," tegas Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Syamsul Mappareppa, kepada Wartawan usai Sertijab Danrem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun di Alun-alun Kota Madiun, Sabtu (4/8/2007). Lanjut dia, segenap jajaran militer melakukan cegah dini gerakan teroris dan aksi horisontal yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Bahkan seluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih lagi adalah sektor lain seperti perekonomian maupun sosial menjadi terganggu. "Pada akhirnya mengancam gangguan keamanan daerah serta bangsa, maka dari itu jajaran TNI dalam menyikapi kondisi seperti sekaran ini harus bersikap tegas yaitu tetap dalam satu komando atasan dan tidak melakukan'gerakan' diluar komando," ujar Syamsul serius. Menyinggung pernyataan Kepala Bakesbang Jatim Herjowianto, kemungkinan daerah yang rawan gerakan teroris dan konflik horisontal berpeluang terjadi di Tuban, Pasuruan, Situbondo, Probolinggo dan Banyuwangi. Mayjend TNI Syamsul Mappareppa kembali menegaskan cukup terbuka. Sebab, cegah dini adalah merupakan langkah terbaik daripada melakukan antisipasi saat gerakan atau konflik muncul. Diakui dia, korps-nya belum tahu alasan daerah itu dianggap sebagai rawan oleh Kepala Bakesbang Jatim. Namun, dirinya yakin ada dasar pertimbangan kelima daerah tersebut dianggap rawan. Meski begitu, ia sudah minta kepada seluruh jajaran TNI di Kodam V Brawijaya untuk mewaspadai daerah lain. Alasannya, bukan tidak menutup kemungkinan daerah lain bisa terjadi. "Tidak terkecuali saat menjelang perhelatan Pilgub Jatim 2008 nanti," ungkapnya. Dilaporkan serah terima jabatan yakni pejabat lama Danrem 081 DSJ Madiun Kolonel AHR Eddy Rakhmat menjalani Sespim di Bandung-Jawa Barat. Sedangkan pejabat baru, yakni Kolonel Inf Awaluddin Basri sebelumnya menjabat dosen Sesko TNI. Turut hadir kalangan pejabat dari militer, Polri dan sipil di Bakorwil Madiun.
(bdh/bdh)











































