Komplotan Pencuri Kabel Listrik Dihadiahi Timah Panas

Komplotan Pencuri Kabel Listrik Dihadiahi Timah Panas

- detikNews
Kamis, 02 Agu 2007 16:56 WIB
Kediri - Jajaran Reskrim Kepolisian Wilayah (Polwil) Kediri berhasil membongkar komplotan spesialis pencuri kabel listrik. 2 Pelaku yang sebelumnya berprofesisebagai petani, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena memberikan perlawanan ketika hendak ditangkap. Terbongkarnya komplotan specialis pencuri kabel listrik ini bermula dari informasi masyarakat, mengenai seringnya ada pencurian di kabel listrik di daerah Karangrejo, Gondang, dan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Setelah dilakukan pengintaian, ternyata pelakunya ada 3 orang. Namun ketika hendak ditangkap, pelaku telah melarikan diri ke daerah Blitar. Dirumah pelaku Polisi hanya menemukan alat-alat yang digunakan untik melakukan aksi pencurian yaitu, 2 gunting besi besar, 1 tang pengait, 2 gergaji besi, serta 1 clurit. Dalam pengejaran yang dilakukan, Polisi berhasil menangkap 2 pelaku yaitu Suparno alias Nurdin (39) warga Gandusuli Kecamatan Gondang, Tulungagung, serta Suryono (28) warga Ngujang Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kedua kakinya, karena memberikan perlawanan ketika hendak ditangkap. "2 Tersangka terpaksa kita tembak di bagian kakinya, karena melawan ketika ditangkap," kata Kasubag Reskrim Polwil Kediri Kompol Gigih Swasana kepada wartawan di kantornya Jalan KDB Slamet Kediri, Kamis (02/08/2007). Hingga saat ini Polisi masih melakukan pengejaran terhadap 1 pelaku pencurian lainnya, yang menurut informasi dari pelaku yang telah ditangkap, bernama Heru,warga Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.Gigih menambahkan, komplotan ini dikenal telah berpengalaman dalam melakukan pencurian kabel. Hal itu terbukti dengan kecerdikan pelaku dalam melakukan aksinya, yaitu telah mengetahui bagian kabel listrik yang tidak bertegangan tinggi. "Mereka telah berpengalaman, yaitu memotong kabel listrik pada bagian arde-nya. Itu bagian yang tidak bertegangan tinggi," lanjut Gigih Swasana. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait