Perahu Tabrakan, Nelayan Puger Tewas Terseret Ombak

Perahu Tabrakan, Nelayan Puger Tewas Terseret Ombak

- detikNews
Rabu, 01 Agu 2007 15:50 WIB
Jember - Seorang nelayan Puger bernama Ismail (30) warga Desa Puger Kulon Kecamatan Puger tewas di Laut Puger, Rabu (1/8/2007). Nelayan tersebut tewas setelah terseret ombak saat jukung yang dinaikinya tabrakan dengan sebuah perahu sekitar pukul 05.00 WIB dini hari.Tabrakan itu terjadi di pintu masuk ke laut Puger yang biasa disebut Plawangan. Menurut petugas Polair Puger, Brigader Agus Supriyanto, pagi itu ombak di sekitar Plawangan tinggi. "Saat itu tinggi air sekitar 3 meter dan arusnya deras. Dua perahu itu tabrakan di Plawangan," kata Agus. Saat itu, kata dia, Ismail menggunakan jukung milik Suparmin alias pak Min untuk melaut. Saat tiba di Plawangan, jukungnya bertemu dengan perahu yang berisi 15 orang. Karena hempasan ombak yang deras, perahu itu menabrak jukung yang dinaiki Ismail. Karena hantaman perahu tersebut, jukung Ismail terbalik dan karam. Sedangkan tubuh Ismail diseret ombak.Mengetahui jukung Ismail terbalik, nelayan yang berada di perahu yang bertabrakan dengannya mencoba mencari Ismail."Tetapi selama beberapa saat dicari tubuhnya tetap tidak ketemu. Tadi sekitar pukul 08.00 WIB, dia sudah ditemukan tewas," lanjut Agus.Meski terjadi kecelakaan di laut, bagi nelayan Puger bukanlah hal yang luar biasa. Terbukti nelayan-nelayan tersebut masih melaut."Mereka tetap melaut karena itu sudah pekerjaan mereka. Apalagi saat ini musimnya ikan layur," kata salah satu nelayan, Cak Mat.Pekan lalu, ombak di laut Puger tinggi antara 4 hingga 5 meter. Akibatnya ribuan nelayan tidak melaut hingga beberapa hari. Saat ini ombak di laut sudah mulai tenang karena tidak dibarengi dengan hempasan angin maupun badai. Tetapi untuk ombak Plawangan seringkali berarus deras dengan sisi kiri dan kanan Plawangan dikepung oleh batu karang. Sebagian besar nelayan Puger tewas di tempat itu saat hendak ataupun setelah melaut. (fat/bdh)
Berita Terkait