Gondol Uang Dagangan, Pengamen Dihajar Massa

Gondol Uang Dagangan, Pengamen Dihajar Massa

- detikNews
Selasa, 31 Jul 2007 15:41 WIB
Situbondo - Inilah jadinya jika pengamen berprofesi ganda. Ya nyanyi tapi juga mencuri. Untung Basoni (24), pengamen jalanan menjadi sasaran amuk massa saat kepergok menggondol uang di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jatim, Selasa (31/7/2007).Untung yang bernasib buntung ini diserahkan ke polisi dalam kondisi babak belur akibat dikroyok massa yang mengejar dan meringkusnya di area kebun tebu tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Pria asal Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember, ini nampak lunglai dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.Ulah nekat Untung ini berlangsung saat dirinya tengah mengamen di sebuah warung pracangan milik Rachmat Riadi (45), warga Desa Lamongan, sekitar pukul 13.00. WIB. Kondisi warung yang ketika itu tengah sepi karena ditinggal salat dzuhur oleh sang pemilik, menggelitik ulah nekat Untung.Baru beberapa bait lagu didendangkan, Untung beringsut masuk ke bilik ujung menuju sebuah kotak peyimpanan uang yang berada di belakang jejeran barang dagangan. Tanpa pikir panjang, segepok uang sebesar Rp 79.000 langsung dijarah dan dibawa kabur."Saya memang curiga, kok tak biasanya pengamen tidak menyelesaikan lagunya. Kecurigaan saya kian besar ketika melihat kotak uang sudah bergesar dari tempatnya dan kondisinya sedikit terbuka," tutur Rachmat.    Melihat gelagat tak baik, Rachmat spontan berteriak maling sembari menuding ke arah kaburnya Untung yang terlihat berlari sambil menenteng gitar bolong lusuhnya. Mendengar teriakan maling di siang bolong, puluhan warga desa setempat bergegas ke luar rumah menuju kawasan kebun tebu yang terletak hanya beberapa meter dari TKP.Sang pengamen yang juga pencuri itu kian kalut ketika puluhan warga terlihat mengepung areal kebun tebu, tempat dirinya bersembunyi dari kejaran massa. Untung bergeming dan tak beranjak sedikitpun dari rerimbunan tanaman tebu, ketika warga mulai marah dan mengancam akan membunuhnya.Tak berselang lama, pria yang tak semujur namanya itu disergap dan digelandang dari tempat persembunyiannya di tengah kebun tebu. Tak ayal, sejumlah warga yang sudah memuncak emosinya langsung menjadikan tubuh Untung bak samsak hidup.Warga baru menghentikan aksi pemukulan saat salah seorang tokoh masyarakat datang dan menggiring Untung ke Mapolsek Arjasa. "Dari gelagat dan cara berkomunikasi, nampaknya pelaku mengidap gangguan mental. Namun kita akan memastikannya dengan pemeriksaan medis, yakni melalui psikiater," ucap Kapolsek Arjasa, AKP Nurhadi.Benar saja, saat sejumlah wartawan mengajak berbincang dengan tersangka dari balik jeruji besi tahanan, dengan wajah tanpa beban dan seringai senyum lepas Untung menyapa. "Lha wong saya lapar kok, Mas. Seharian ngamen ndak dapat duit," kata Untung masih dengan mimik khas serta tawa lepasnya. (mar/mar)
Berita Terkait