14 Orang Keracunan Jamu

14 Orang Keracunan Jamu

- detikNews
Senin, 30 Jul 2007 14:05 WIB
Jember - 14 warga Kebonagung Kecamatan Kaliwates, Jember keracunan jamu tradisional. Kini 14 orang itu masih dirawat di Puskesmas dan rumah sakit setempat.Mereka diduga keracunan setelah meminum jamu buatan bu Tasa (40) warga setempat. Menurut penuturan salah satu korban, Wahyuni (40), dirinya mengalami mencret sejak Sabtu (28/07/07) pukul 23.00 WIB. Dirinya mengalami mencret setelah meminum jamu tersebut siang harinya. Jamu itu merupakan jamu racikan Bu Tasa yang terbuat dari kunyit, sirih, gula merah, garam yang dimasak dengan air santan. Tetapi warga setempat menyebutnya jamu kunci untuk yang berguna menghangatkan tubuh."Itu jamu kunci, kalau diminum dingin-dingin kan enak. Tetapi setelah minum beberapa jam kemudian saya mencret hingga pagi harinya lebih dari 10 kali, sempat muntah juga," kata Wahyuni, Senin (30/7/2007).Selain Wahyuni, dua anaknya yakni Ida Nurlatifah (22) dan Roni (7) juga turut menjadi korban keracunan. Keduanya mencret dan muntah-muntah. Akibatnya, tiga orang tersebut harus dilarikan ke RS Bina Sehat Jember untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.Seperti halnya Bu Wahyuni, Ida dan Roni juga mengalami mencret hampir seharian. "Saya malam harinya mencret terus. Pagi harinya dua anak saya juag mencret. Bahkan katanya anak laki-laki saya (Roni) kena infeksi," lanjut perempuan berjilbab tersebut.Ketiga orang itu dilarikan ke Puskesmas Sukorambi. Tetapi ternyata di Puskesmas tersebut telah banyak tetangga mereka yang juga mengalami gejala seperti mereka.Karena Puskesmas tersebut penuh sesak, akhirnya sekeluarga tersebut dibawa ke RS Bina Sehat. Setelah dirawat dokter, Ida dan Roni diputuskan untuk menjalani rawat inap di RS tersebut. "Saya tadi juga diinfus tetapi sudah dilepas. Sebenarnya sudah boleh pulang tetapi karena dua anak saya ada disini makanya saya tidak pulang, menunggu anak-anak," katanya. Perempuan itu tidak mampu untuk duduk di lantai meski telah dilapisi karpet. Dia masih nampak lemas. Sedangkan Roni tidur dengan selang infus di tangannya, begitu juga Ida yang dirawat di sebelah kamar Roni dengan ditunggui oleh budenya, Bu Tatik.Sementara di Puskemas Sukorambi 11 pasien keracunan dirawat. Beberapa pasien bahkan harus dirawat di lorong Puskesmas karena kamar perawatan penuh. "Saya minum Sabtu sore, malamnya kok mulas dan mencret," kata salah satu pasien keracunan, Sunarya (40). Sunarya dirawat di tempat itu bersama dengan suaminya Sutaji (60) dan anaknya Ahmad Rozikin (10). Pasien yang lain adalah Najwa Dwi Angraeni (4), Ail Febrianto (10), Sundari (29), Suhartini (30), Nurhayati (42), Hendra (24), Imam Syafii (55), dan Agus Budi (18). Semua pasien mendapatkan tambahan cairan karena lemas setelah mengalami diare dan muntah. Menurut Ketua RW 3 Lingkungan Gebangtaman, Abdurrohim, pihak pasien tidak akan menuntut Bu Tasa. Sebab perempuan itu membuat jamu guna mencari penghasilan tambahan. "Sehari-harinya dia jualan pisang goreng. Karena ingin menambah pengahsilan dia mencoba membuat jamu itu. Dan ditawarkan pada tetangganya," kata Abdurrohim.Menurutnya, pihak Polsek Kaliwates juga telah diberitahu kesepakatan untuk tidak mengajukan tuntutan pada sang pembuat jamu itu.Saat ini, contoh jamu yang terbuat dari kunit, sirih, gula merah dan garam itu sudah dikirim ke Dinas Kesehatan Jember untuk diperiksa kandungannya. (mar/mar)
Berita Terkait