Tarian Khas Korea Hibur Warga Kediri
Kamis, 26 Jul 2007 17:51 WIB
Surabaya - Selain melaksanakan pembangunan infrastruktur di berbagai desa lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Community Outresach Program (COP) Universitas Kristen Petra yang digelar di Kediri, peserta yang berasal dari Korea juga melakukan pertukaran budaya, dengan memainkan kesenian tradisional tarian Sa Mul Noli. Tarian ini merupakan kesenian tradisional Krea yang biasa dimainkan di saat perayaan tahun baru, pesta panen, dan juga pesta perkawinan. Sa Mul Noli berarti kesenian permainan alat musik tradisional Korea, yang dimainkan oleh 4 orang pemain. namun pada jaman dulu, kesenian ini dimainkan secara kolosal, dengan dimainkan oleh 20 hingga 25 pemain. "Sa berarti 4, Mul berati pemain, dan Noli berarti alat musik," kata Dr. Kie Whan Oh, staf dari Department of Architecture Dongseo University Korea kepada wartawan, Kamis (26/7/2007).Mr. Oh sapaan akrab Kie Whan Oh menambahkan kesenian ini telah berusia lebih dari 1.000 tahun. Namun sayang, pemarintah setempat kurang memberikan perhatian dalam pelestariannya. Pemerintah Korea hanya menunjuk beberapa orang untuk mencoba tetap melestarikan kebudayaan khas ini.Sementara salah satu pemain kesenian Sa Mul Noli, Choi Su Jin mengaku senangmemainkan kesenian ini karena dapat bertukar budaya dengan kesenian dari Indonesia. Kesenian ini juga dianggapnya sebagai penghilang stres akibat kepenatan yang menumpuk. "Saya senang bermain kesenian ini karena sebagai obat stres, kata Choi Su Jin dalam bahasa Korea. Kali ini COP 2007 digelar di Kabupaten Kediri mulai 2 Juli lalu dan akan berakhir 2 Agustus mendatang.Dalam COP tahun ini, Soochow University dari Taiwan akan meramaikan COP yang telah diselenggarakan sejak tahun 1994 tersebut. 3 mahasiswa Soochow University itu akan bergabung dengan 132 mahasiswa dari beberapa universitas lainnya.Mereka terdiri dari 64 mahasiswa UK Petra, 30 mahasiswa Dongseo University-Korea Selatan, 23 mahasiswa Inholland University-Netherland, 3 mahasiswa International Christian University-Jepang, 3 mahasiswa Chung Chi University-Hong Kong dan 7 mahasiswa Hong Kong Baptist University-Hong Kong."Jadinya ada 6 negara yang terlibat dalam project COP 2007 ini," ujar Kepala Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM), Juliana Anggono.Pelaksanaan COP, kata Juliana, memang menarik perhatian banyak negara karena interaksi budaya berbagai bangsa dan kerjasama tim dari berbagai disiplin ilmu menjadi fenomena yang unik. Selain itu pengalamam hidup di tengan masyarakat rural juga dirasa menjadi tantangan yang asyik bagi mereka.Sebanyak 135 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di kecamatan Semen yang terdiri dari empat desa yakni, Kanyoran, Kletak, Pagung dan Joho. Selain Semen, mereka juga akan tinggal di kecamatan Banyakan antara lain di desa Dahu, Kasian, Bulak Dawung dan Purut.
(gik/gik)











































