Demo Warga Miskin di Jember Berakhir Bentrok dengan Polisi
Senin, 23 Jul 2007 14:33 WIB
Jember -
Demo puluhan aktivis Serikat Masyarakat Miskin Kota (SRMK) berakhir dengan bentrok antara pendemo dan polisi, Senin (23/07/07). Bentrok tersebut terjadi di depan gedung DPRD Jember sekitar pukul 12.00 WIB. Sebagian besar anggota SRMK yang berdemo saat itu adalah gelandangan dan pengemis.Bentrok tersebut berawal dari kesalahpahaman antara palisi dan pendemo. Sebenarnya demo SRMK telah berakhir di gedung dewan karena tidak ditemui oleh para anggota dewan. Ketika mau pulang, para pendemo tersebut akan menumpang truk polisi yang mengawal.Tetapi seorang polisi tidak mengiyakan keinginan pendemo dengan mengeluarkan kata-kata "Berangkat-berangkat dewe kok pulang numpang". Beberapa menit setelah penolakan polisi tersebut, seorang anggota dewan, Baharuddin Noer keluar dari gedung dewan tetapi bukan untuk menemui mereka. Para pendemo mengolok-olok anggota dewan tersebut.Olok-olok itu membuat seorang polisi terpancing. Polisi sempat adu mulut dengan pendemo dan memaksa mereka untuk segera membubarkan diri. Pemaksaan itu tidak digubris oleh para pedenmo dan akhirnya berujung pada pemukulan pendemo. Bentrok tidak bisa dihindarkan karena pendemo membalas pukulan polisi dengan lemparan batu.Seorang pendemo pingsan akibat bentrok tersebut sedangkan puluhan lainnya melarikan diri menghindari bentrokan. Untunglah bentrokan tersebut tidak berlangsung lama karena berhasil diredam. Polisi setuju membawa mereka kembali ke permukiman mereka di Kelurahan Talangsari Kecamatan Kaliwates.Tetapi bentrokan itu sempat memacetkan jalan di bundaran DPRD Jember sekitar 30 menit.Akibat bentrokan tersebut, tiga orang polisi dimintai keterangan oleh Unit Pengaduan, Pelayanan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Jember. "Untuk mengetahui penyebab bentrok terseut, kita mintai keterangan dari aparat kepolisian," kata Kanit P3D Polres Jember, Iptu Mahrobi Hasan.Aktivis SRMK berdemo menentang penggarukan gepeng dan anak jalanan di Kabupaten Jember. Mereka menuntut pemberian lapangan pekerjaan untuk warga miskin. Mereka juga kecewa dengan pelatihan yang diberikan oleh Pemkab pada gepeng yang berasal dari Talangsari tersebut. "Katanya diberi modal dan peralatan tetapi ternyata tidak ada.Jadi pelatihan itu percuma saja," kata koordinator aksi, Bram Suprayoga. Sebelum melakukan aksi di gedung dewan, mereka berdemo di depna kantor Pemkab Jember. Penyebab bentrok tersebut hingga saat ini masih diselidiki oleh polisi. Selain polisi, koordinator aksi dan pendemo juga dimintai keterangan.
(fat/bdh)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































