Duit RS Madiun 'Nyantol' di PT Askes Rp 1,2 Miliar
Minggu, 15 Jul 2007 18:54 WIB
Madiun - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panti Waluyo Caruban, Kabupaten Madiunterpaksa harus menunggak pembayaran obat-obatan ke penyuplai. Sebab PT Askes belum melunasinya biaya dari keluarga miskin yang menjadi tanggungannya."Tunggakan itu muncul khususnya dari pasien keluarga miskin (Gakin) yang memakai Askes Gakin," ujar Aries Nugroho M Kes, direktur RSUD setempat kepada wartawan, Minggu (15/7/2007). Dikatakannya, tunggakan juga terjadi pada alat-alat kesehatan yang biasa dihitung bersama obat-obatan. Tunggakan yang belum dibayar PT Askes bulan April-Juni lalu, terbagi untuk obat-obatan mencapai Rp 300 juta lebih dan pelayanan medik Rp 900 juta. "Alasan diberikan dari PT Askes tengah melakukan verifikasi, sehingga adaketerlambatan pembayaran," katanya. Meski pembayaran dari PT Askes mengalami keterlambatan, RSUD tetap berusaha memberikan pelayanan semestinya kepada pasien dari pemakai kartu Askeskin, tidak ada alasan akibat ada tunggakan pelayanan menjadi turun. "Pelayanan bagi pemakai Askeskin terus berjalan, kami tidak membeda-bedakan pelayanan," katanya menyakinkan. Ia menambahkan, pembayaran obat-obatan dan peralatan kesehatan dapat ditunda. Namun untuk membayar jasa medik kepada para dokter umum hingga spesialis yang rumah sakit merasa sungkan. Jika pembayaran dari PT Askes turun secara bertahap, maka pembayaran digunakan untuk membayar jasa medik. "Kalau ada sisa baru diperuntukan untuk pembayaran obat-obatan dan alat kesehatan," tandasnya.
(gik/gik)











































