Ratusan Orang Serbu Mapolwil dan Pemkab Madiun
Rabu, 11 Jul 2007 12:49 WIB
Madiun - Ratusan orang yang mengatasnamakan diri dari Madiun Coruption Word (MCW)mendatangi Markas Kepolisian Wilayah (Mapolwil) Madiun. Mereka menuntut agar kasus tindak pidana korupsi di wilayah Karesidenan Madiun yang diduga melibatkan bupati, wakil bupati dan walikota dituntaskan. Mereka datang menggunakan tiga truk bak terbuka dan puluhan sepeda motor, langsung memasuki halaman Mapolwil Madiun dengan lengkap membawa spanduk yang bertuliskan 'berantas korupsi di wilayah hukum Madiun'. Selain itu, juga 'polisi jangan takut kepada bupati, wakil bupati dan walikota' untuk melakukan pemeriksaan. Spontan aparat setempat dibuat kalang kabut, dan segera melakukan pengamanan.Dalam orasinya, mereka meminta kepada Kapolwil Madiun Kombes Pol Drs. RML Tampubollon SH segara melakukan pengusutan tentang kasus dugaan korupsi DPRD kabupaten Madiun periode 1999-2004 senilai Rp 14,5 miliar, DPRD Kota Madiun Rp 9,8 miliar, DPRD Ponorogo Rp 2,5 miliar dan DPRD Magetan Rp 10,5 miliar. Orasi yang berlangsung 30 menit itu, langsung ditemui oleh Kapolwil Madiun. Di sela-sela kerumunan massa, Kapolwil mengakui bahwa pihaknya tetap mendukung semangat perjuangan rakyat Madiun untuk memberantas korupsi. "Kami sangat menyambut baik niat baik kepada masyarakat Madiun, mau mendukung pihak kepolisian untuk memberantas korupsi. Dengan semagat saudar-saudara ini, kami tentunya mendapat dukungan semangat dalam pemberantas korupsi di wilayah hukum Polwil Madiun," ujarnya.Usai berorasi di halaman Mapolwil, ratusan massa bergeser menuju Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dijalan Alun-alun, kota Madiun. Namun sesampainya di pintu gerbang, mereka dihadang oleh puluhan anggota Satpol PP dan Ratusan aparat Polresta Madiun. Akibatnya, mereka gagal memasuki halaman Pemkab setempat. Karena tidak diijinkan masuk oleh petugas, mereka akhirnya melakukan orasi di depan gedung Pemkab Madiun dengan menenteng poster dan spanduk yang betuliskan 'pak bupati jangan korupsi hak rakyat, seta mana janjimu kepada rakyat kecil seperti kami. Belum lama mereka berorasi, sekitar pukul 10.15 WIB pada hari yang sama kedatangan massa dari peranbgkat desa se-Kabupaten Madiun. Mereka pun bersama-sama menyampikan aspirasinya di depan pintu gerbang Pemkab Madiun.Massa dari MCW tetap mendesak selain mengusutan korupsi kepada penegak hukum, juga mengingatkan bupati Madiun agar segara merealisasikan janjinya tempo lalu kepada warga dusun Kebon Duren, Desa Kenongo, kecamatan Pilangkenceng bahwa pihaknya tahun 2007 sanggup merealisikan listrik di desanya. Namun, sejak 2006 bersamaan jani itu, hingga Juli 2007 aliran listrik tersebut belum juga terealisasi. "Mana jani bapak tempo lalu. Kami rakyat kecil mengaharp agar di susun kami segera ada listrik. Selain itu, juga pemerintah membuatkan sekolah SD di dusun kami. Karena selama ini, anak-anak kami sekolahnya jauh harus ditempuh dengan jarak 5 km. Tentunya, biaya juga setiap hari harus dipikirkan," ungkap Satirin (45) warga dusun Kebon Duren.
(mar/mar)











































