Hindari Gelombang Besar, 13 Perahu Hancur Lebur
Selasa, 03 Jul 2007 20:35 WIB
Situbondo - Sebanyak 13 perahu milik nelayan Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jatim, rusak parah diterjang ombak besar yang menerjang kawasan Pesisir Pelabuhan Kalbut.Ombak setinggi 2-3 meter itu menghempaskan belasan perahu nelayan yang tengah ditambatkan di area pelabuhan rakyat Kalbut. Ombak pasang tersebut berlangsung tengah malam hingga dinihari."Tanda-tanda akan terjadi badai pasang dan ombak besar yang kami ketahui sejak Senin malam. Kami dan sejumlah rekan nelayan pemilik perahu lantas berbondong-bondong mengungsikan perahu ke Kalbut," kata Rukso (39), nelayan asal Desa Tanjung Kamal, kepada detiksurabaya.com, Selasa (3/7/2007). Untuk menyusuri pantai kawasan Tanjung Kamal menuju pesisir Pelabuhan Kalbut, belasan nelayan Tanjung kamal harus menempuh jarak sejauh 5 kilometer. Namun usaha mereka menyelamatkan perahunya di kawasan pelabuhan Kalbut justru disambut datangnya ombak besar.Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun 13 perahu milik mereka sebagian besar hancur. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 70 juta. "Yang perahunya selamat justru milik nelayan yang sengaja dilarikan ke tengah laut. Milik kami yang merapat dan ditambatkan, justru dibanting ombak hingga hancur," kata Kusnadi (40).Upaya menyelamatkan perahu dari terjangan ombak besar dengan mengungsikan perahu ke kawasan Pelabuhan Kalbut, sebenarnya kerap mereka lakukan. Namun kali ini upaya mereka gagal dan para nelayan juga mengaku bingung mengapa terjangan ombak juga menimpa kawasan 'aman' di pelabuhan Kalbut.Sejumlah nelayan Tanjung Kamal yang perahunya rusak dan pecah akibat hempasan ombak besar masing-masing milik Rukso (40), Sas (43), 1 perahu milik Nasir (42), 1 perahu milik Kusnadi (50), 2 perahu milik Sudiyono (53), Suhawat (55) dan perahu milik Asmadi (40).Kawasan Pantai Semiring dan Pelabuhan Kalbut, bukan satu-satunya wilayah yang diterjang badai. Nelayan di kawasan Pantai Mimbo, Kecamatan Banyuputih, juga diterjang badai yang sama. Surip, salah seorang nelayan setempat, mengaku perahunya juga rusak meski tidak terlalu berat. "Badai seperti ini memang biasa terjadi ketika menjelang pergantian musim,' ungkapnya pasrah.
(bdh/bdh)











































