Sering Bolos, Mantan Pemain Persik Dipecat dari PNS
Selasa, 03 Jul 2007 15:35 WIB
Kediri - Walikota Kediri akan mencabut SK PNS salah seorang mantan pemain Persik dan Persela karena membolos hingga 6 bulan. Dia dianggap disersi karena melarikan diri dari tugas.Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Kediri, Bambang Sumaryono mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengevaluasi status kepegawaian Aris Susanto, mantan pemain inti Persik Kediri. Ia dianggap melakukan desersi dengan tidak masuk kerja selama 6 bulan lebih tanpa keterangan.Bambang menjelaskan, Aris Susanto dan 17 pemain Persik diberi bonus oleh walikota HA Maschut menjadi PNS di lingkungan Pemkot Kediri setelah berhasil menjuarai Liga Indonesia 2003. Namun pada seleksi tahun 2006, ia bersama 9 pemain lainnya dinyatakan tidak lolos ke dalam tim inti Persik. "Daripada stagnan di sini, Pak Maschut memberi keleluasaan untuk bermain di klub lain dengan status PNS dititipkan ke Pemda setempat. Aris sendiri dikontrak Persela Lamongan," ujar Bambang Sumaryono kepada detiksurabaya usai melakukan rapat kerja di DPRD Kota Kediri, Selasa (3/7/2007).Namun setelah kontrak Aris Susanto dihentikan oleh Persela Lamongan, ia tiba tiba menghilang. Seharusnya, menurut Bambang Sumaryono, Aris Susanto kembali ke Pemkot Kediri untuk melaksanakan tugas sebagai PNS seperti rekan-rekannya yang lain. Bahkan sejak 6 bulan lalu ia dilaporkan sudah tidak pernah lagi masuk kantor. Atas hal itu, Bawasda memutuskan melayangkan surat panggilan kepada Aris. Namun hingga surat ketiga, Aris tidak pernah memberikan respon dan menunjukkan keberadaannya. Kabarnya, saat ini ia tengah berada di Surabaya bersama Mursyid Efendi, mantan pemain Persebaya. "Ia sudah melanggar PP No 30 tahun 1980 tentang disiplin pegawai. Sebagai tahap awal, gajinya sudah saya hentikan. Dalam waktu dekat Walikota akan mengeluarkan SK pemecatan," jelas Bambang.Saat ini terdapat 8 pemain Persik yang berstatus sebagai PNS di lingkungan Pemkot Kediri. Mereka adalah Harianto, Suswanto, Aris Budi (asisten pelatih), Johan Prasetyo, Sukrian (asisten pelatih), Meicky Tata (pelatih yunior), Sugiono (pembantu umum), dan Musikan. Semuanya terdaftar sebagai PNS di Dinas Pendapatan Daerah, kecuali Musikan yang berdinas di Kantor Pekerjaan Umum.Dengan aktivitas sebagai pemain bola, otomatis mengurangi jam kerja mereka di dinas masing-masing. Meski demikian, Walikota memberikan dispensasi khusus karena dianggap berprestasi.
(mar/mar)











































