CD dan BH untuk Pak Jaksa
Selasa, 03 Jul 2007 11:30 WIB
Situbondo - Puluhan massa dari gabungan beberapa LSM menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, Jawa Timur. Mereka menggedor kantor jaksa, ketika acara serah terima jabatan (sertijab) Kajari Situbondo, Rudy Yulianto, Selasa (3/7/2007), pukul 09.00 WIB.Saat aksi itu, perwakilan massa LSM di bawah bendera "Komunitas Anti Korupsi Situbondo" (Komando) itu, akhirnya memberi kado Rudy Yulianto masing-masing sebuah celana dalam dan BH yang ditempeli sejumlah uang kertas seribuan. Sayang kedatangan massa LSM hanya ditemui Kasi Intel Bambang Utoyo SH. "Kami sangat kecewa dan menyesal atas sikap kejaksaan yang telah membodohi dan membohongi rakyat. Semula kami hendak berdialog dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim yang hendak melantik Rudy hari ini. Tapi nyatanya kami ditelikung," teriak Sayonara, koordinator aksi demo LSM Komando, dalam orasinya di depan kantor Kejari.Bukan itu saja, untuk menghindari aksi demo dalam acara sertijab yang akhirnya gagal terlaksana itu, ujar Sayonara, pihak Kejari Situbondo melancarkan aksi petak umpet terkait lokasi pelaksanaan sertijab. "Dari Pak Bambang (Kasi Intel Kejari, red) kami terima informasi bahwa semula sertijab kajari akan dilaksanakan di pendopo kabupaten. Tak lama kemudian diinformasikan sertijab dipindahkan ke Hotel Rosali. Lantas katanya pindah ke Hotel Sansui bahkan terakhir akan dilaksanakan ke aula kantor Kejari. Kami dibodohi dan ditelikung," kata Junaidi, Ketua LSM Gerakan Masyarakar Peduli Urusan Rakyat (Gempur).Dalam yang disertai aksi teatrikal, LSM Komando juga menuding selama 3 tahun kepemimpinan Rudy Yulianto, penegakan supremasi hukum di Kabupaten Situbondo dinilai mandul. Berbagai kasus korupsi di tubuh pemkab dan DPRD Situbondo terekait kasus asuransi tak pernah tuntas."Malah sejumlah aset daerah diembat. Rudy juga menumpuk harta kekayaan dengan memeras para pejabat tersangka kasus korupsi," imbuh Junaidi.Dikonfirmasi detiksurabaya.com usai aksi unjuk rasa itu, Kasi Intel Kejari Situbondo, Bambang Utoyo tidak banyak berkomentar. "Saya no comment aja lah. Kalau masalah penegakan hukum, kami sudah berupaya maksimal," elaknya.
(mar/mar)











































