Bersekolah di Tengah Cemooh

Siswi SMP Jadi Budak Nafsu (4)

Bersekolah di Tengah Cemooh

- detikNews
Selasa, 03 Jul 2007 09:54 WIB
Madiun - Meski menanggung aib yang cukup berat menimpa pada keluarga atau dirinya, namun Mawar (14) siswi klas II SMP di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tetap untuk melanjutkan sekolahnya. Bagi dia, sekolah sangat penting untuk masa depannya kelak. Soal cemoohan teman di sekolahan, Mawar tidak mengambil pusing. Sebab, mereka punya hak untuk bersuara baik positif ataupun mengunjing tetang aib yang menimpa pada dirinya. "Kalau memang kenyataannya begitu mau dibilang apa. Yang penting, aku nggak dikeluarkan dari sekolah aja sudah bersyukur. Soal nanti ada ejekan dari teman-teman, aku tidak akan menanggapinya," ujarnya kepada detiksurabaya.com, Selasa (3/7/2007). Lanjut dia, sekolah selain penting untuk masa depan juga dirinya ingin menghargai jerih payah ayahnya yang sejak SDN hingga kelas II SMP, susah payah mencari nafkah untuk ekonomi keluarga maupun biaya sekolahnya. Meski ayahnya seorang pemulung barang rongsok dan besi tua, ia bangga dan punya tekad suatu saat nanti kehidupan ekonomi keluarganya akan mapan. Memang saat ini, keluarganya masih hidup serba pas-pasan. Dengan prestasi yang terus diukir disekolahnya, wajar bila Mawar mendapat rapor baru-baru ini tanpa ada pena perah pada angka nilainnya. Sehingga, ia punya keyakinan setelah lulus nanti, ingin melanjutkan sekolah di SMU dengan biaya sendiri tanpa uluran tangan dari ayahnya. "Harapan aku, tahun depan bisa lulus lagi naik ke kelas III. Setelah itu, aku ingin tetap sekolah yaitu melanjutkan di SMU dengan biasa sendiri. Mudah-mudahan, dengan kemampuan yang aku miliki pemerintah mau memberikan beasiswa," harap Mawar.Dengan kejadian ini, imbuhnya, pihak sekolah sejak aib ini mencuat, tetap mengerti tentang keadaan dirinya. Sehingga para guru memberi semangat maupun masukan-masukan untuk tetap tabah menghadapi semua cobaan yang pernah dialami. Meski aib itu mencoreng nama baik sekolah, namun kepala sekolah dan para guru tetap menerima dirinya agar melanjutkan sekolahnya hingga lulus dari kelas III nanti. "Soal ejekan atau gosip ini dan itu, pihak sekolah berjanji akan memberi pengertian pada teman-teman mapun pada siswa lain kelas," ujarnya. (mar/mar)
Berita Terkait