Rambut Ikat Hingga Mimpi Anjing

\'Sejarah Hitam\' Santet di Situbondo (3)

Rambut Ikat Hingga Mimpi Anjing

- detikNews
Jumat, 29 Jun 2007 10:01 WIB
Situbondo - Dari sejumlah kejadian anarkis massa terkait isu santet, Desa Kilensari Situbondo Jawa Timur selama ini memang dikenal sebagai 'gudang' ilmu hitam tersebut.Meski tak semuanya tuntas terungkap kebenaran adanya praktik ilmu teluh, namun ditemukannya beberapa perangkat yang diyakini sebagai perlengkapan praktik santet memang sempat ditemukan warga di rumah Surakna, salah satu warga yang dituding penyebar santet."Paku, jarum serta rambut yang terikat menyatu dan tersimpan di pojok dapur rumah Pak Surakna, cukup membuktikannya. Selain itu ditemukan juga boneka plastik yang ditusuk-tusuk jarum juga anjing piaraan Pak Surakna yang kerap muncul dalam mimpi korban, kian meyakinkan warga," imbuh Supriyono, warga setempat kepada detiksurabaya.com, Jumat (29/6/2007).Baik sumpah pocong maupun eksodus dan berlindung ke rumah tokoh agama, nampaknya tidak benar-benar efektif untuk meredam maraknya tudingan santet berserta ekses yang mengikutinya. Setidaknya ini terbukti dari masih munculnya hingga kini tudingan terhadap seseorang yang ditengarai sebagai pemilik ilmu teluh. Dari delapan orang yang dituding sebagai pemilik ilmu santet di Kilensari, hanya 2 orang yang benar-benar diyakini sebagian besar warga sebagai orang yang mempraktikan teluh. Itu pun hanya dengan temuan fakta benda-benda 'aneh' yang dianggap sebagai piranti pelengkap ilmu teluh.Selebihnya orang yang mengaku korban santet, ditandai dengan mimpi-mimpi buruk dan mengerikan atas datangnya bayangan sang penyantet. Sekaligus mimpi binatang piaraan pemilik ilmu hitam seperti anjing dan monyet."Setidaknya sumpah pocong menjadi alternatif terbaik dari maraknya tudingan terhadap orang yang memang sulit membuktikan sebagai pemilik ilmu hitam. Dengan sumpah pocong emosi massa terkendali, pihak yang menuduh dan tertuduh juga merasa tenang dan plong," kata KH Jaiz Badri Masduki, tokoh agama yang kerap didapuk memimpin gelar sumpah pocong di Panarukan.Adakah efektifitas maupun dampak yang dirasakan langsung dari pelaksanaan sumpah pocong terhadap tertuduh maupun penuduh. Dari data yang dihimpun detiksurabaya.com, kematian Totok (47) warga Dusun Karangsari, Kilensari, setahun silam diyakini akibat sumpah pocong.Totok, ketika itu menuding Khalik sebagai penyebab sakit aneh yang telah lama dideritanya. Perut kian membesar dan kurus keringnya tubuh yang menimpa Totok, juga diyakini akibat disantet Khalik. Merasa namanya tercemar dan difitnah, Khalik menantang sumpah pocong."Dua bulan setelah pelaksanaan sumpah pocong, Totok meninggal dunia. Terlepas apakah itu dampak dari sumpah pocong, yang pasti warga begitu meyakininya. Namun saat itu kondisi kesehatan Totok memang juga kritis," kenang Supriyono. (gik/gik)
Berita Terkait