Bermalam di Rumah Janda, Iptu Edy Digerebek Massa

Bermalam di Rumah Janda, Iptu Edy Digerebek Massa

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 13:10 WIB
Kediri - Seorang perwira polisi dari jajaran Polwil Kediri digerebek massa saat bermalam di rumah wanita simpanannya. Penggerebekan terhadap Iptu Edy Subandrio dilakukan setelah warga Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri merasa kesal dengan sikapnya yang kerap bermalam di rumah Yeni, seorang janda di desa setempat."Kami sudah beberapa kali mengingatkan Yeni maupun polisi itu, tapi tidak pernah digubris. Malah ia balik mengancam warga ," ujar Rifai, salah seorang warga yang ikut menggerebek kepada detiksurabaya.com di Kantor Desa Branggahan, Kamis (28/6/2007).Warga merasa jengkel karena selama ini Edy selalu berkunjung ke rumah Yeni hingga malam hari. Bahkan tak jarang mantan Kepala Operasional Samapta Polres Kediri itu menginap di rumah Yeni. Padahal Edy sendiri diketahui sudah memiliki anak dan istri.Kemarahan warga tidak bisa dibendung ketika tadi malam Iptu Edy Subandrio kembali menginap di rumah Yeni. Setelah melalui kesepakatan seluruh warga, mereka memutuskan melakukan penggerebekan terhadap pasangan mesum tersebut.Karena banyaknya warga yang datang, anggota polisi itu tidak bisa berbuat apa-apa dan menurut saja ketika digelandang ke Kantor Desa Banggrahan bersama wanita simpanannya. Sepanjang perjalanan warga tidak henti-hentinya mencaci kedua pasangan tersebut.Beruntung aparat Polsek Ngadiluwih bertindak cepat dengan mengamankan kedua pasangan itu ke salah satu ruang balai desa. Pasalnya, sejumlah pemuda sempat berteriak-teriak hendak memukul perwira polisi yang dianggap arogan tersebut.Karena situasi semakin memanas, petugas kemudian mengamankan Iptu Edy dan Yeni ke Mapolsek Ngadiluwih. Emosi warga meredam setelah petugas berjanji untuk menindak oknum polisi itu.Kasat Reskrim Polwil Kediri, Kompol Gigih Swasana menolak memberikan komentar atas penggerebekan tersebut. Ia bahkan meminta kepada wartawan untuk tidak memberitakan peristiwa itu karena merusak citra Polri."Mohon jangan diekspos kasus ini, bisa merusak citra polisi di masyarakat," ujarnya melalui sebuah pesan singkat telepon (SMS). (mar/mar)
Berita Terkait