Ribuan Kondom Nganggur di Gudang Lokalisasi Madiun
Rabu, 27 Jun 2007 11:27 WIB
Madiun -
11.520 Kondom berlabel program KB yang disediakan untuk mencegah penularan penyakit menular bagi para PSK di Lokalisasi Wisma Wanita Harapan Gude, Jiwan, Madiun, utuh nyaris tidak terpakai.Pasalnya, para hidungbelang enggan memakainya setiap mau berkencan dengan para PSK. Akibatnya, kondom yang disediakan oleh pemerintah ini, terlihat menumpuk di salah satu gudang yang ada di lokalisasi itu.Alat pengaman yang disediakan dalam 4 rasa, yakni rasa strawberry, pisang, durian dan min banana ini, nyaris tak tersentuh oleh para PSK penghuni Lokalisasi Gude. Meski setiap PSK sudah dianjurkan Dinkes untuk mensosialisasikan kepada setiap tamu mengenai pentingnya pengguna kondom, namun niat baik para PSK itu, justru malah mempengaruhi pendapatan mereka. Meski di setiap rumah atau kamar terdapat selebaran bertuliskan pakai kondom 'yes' dan tidak pakai kondom 'no', tapi kenyataannya, setiap lelaki hidung belang yang siap kencan dengan PSK setempat enggan menggunakan kondom cuma-cuma itu. Akibatnya, terjadi penumpukan kondom di gudang Lokalisasi Gude dan ATM Kondom. Bahkan, kondom yang dimiliki setiap PSK hanya disimpan di dalam lemari."Padahal, anak-anak asuh disini, tidak kurang-kurangnya mengajurkan kepada setiap tamunya untuk memakai kondom. Tapi hampir 95 persen, laki-laki yang 'jajan' ditempat ini menolak menggunakan kondom," kata Suwadji, ketua RT 06 yang juga sebagai pembina Wisma Wanita Harapan Gude kepada detiksurabaya.com, Rabu (27/6/2007)."Menurut mengakuan anak sini, bila pakai kondom, tamunya nggak enak. Katanya rugi, sudah membayar tapi ngak bisa merasakan kenikamatan seks," tambahnya. Ia berharap, untuk menghindari terjadinya penyakit menular di Madiun, pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan. Misalkan, Dinkes Kabupaten Madiun dalam satu bulan atau dua minggu sekali menggelar sosialisasi pentingnya menggunakan kondom, khususnya bila masuk di lokalisasi. "Jadi penumpukan stok kondom bukan berarti kami ini berdiam saja. Karena setiap hari Rabu sekali, selalu mengandakan pembinaan kepada anak asuh sini yang dibantu dari Dinkes, Polri dan Kecamatan," ujarnya serius.Suwadji menambahkan, ribuan kondom yang menumpuk di Lokalisasi Gude adalah satu paket dengan ATM Kondom bantuan dari Departemen Kesehatan Jatim, dua tahun lalu. Sejak itu, pihak Depkes Jatim belum menambah stok kondom. Karena kondom bantuan gelombong pertama nyaris tidak diperggunakan. "Meski tidak memakai kondom, anak-anak disini tetap melayani tamunya. Dari pada kehilangan uang," ungkap Suwadji.
(bdh/bdh)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































