Waspada, Pondok Pesantren Diincar Bandar Narkoba

Waspada, Pondok Pesantren Diincar Bandar Narkoba

- detikNews
Rabu, 27 Jun 2007 10:14 WIB
Blitar - Peredaran narkoba di Kabupaten Blitar mulai merambah para santri dilingkungan pondok pesantren. 10 kasus narkoba yang melibatkan santri telah ditangani kepolisian.Sekretaris II DPC Granat Blitar, Rachmad Widiarto mengatakan, berdasarkanpengungkapan kasus narkoba selama ini, ditemukan sedikitnya 10 kasus narkoba yang melibatkan para santri. "Berdasarkan informasi polisi, saat ini sudah ada 10 kasus narkoba yang melibatkan santri di sejumlah ponpes di Blitar. Ini kan cukup berbahaya," ujar Rachmad kepada detiksurabaya.com di Mapolres Blitar, Rabu (27/6/2007).Menurutnya, penggunaan narkoba oleh para santri ini cukup sulit dideteksi. Selain kepercayaan publik pada lembaga pesantren, kehidupan mereka sehari-hari juga cukup tertutup.Karena itu tak jarang ketika mereka pulang ke lingkungan pondok dalam keadaan sakauw justru dikira kesurupan jin atau makhluk halus. Pasalnya gejala sakauw dan kesurupan itu hampir sama, yakni kejang-kejang dan menggumam atau meracau."Ini kan cukup lucu karena mereka dikira kesurupan, padahal sebenarnya sakauw akibat narkoba," ujar Rachmad yang enggan menyebutkan pondok pesantren yang dimaksud.Ke depan, ia berharap pemerintah lebih memberikan perhatian kepada para remaja di lingkungan pondok pesantren. Sebab selama ini kegiatan sosialisasi dan penyuluhan lebih dilakukan kepada sekolah umum dan komunitas remaja jalanan.Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Blitar, ArifFuadi. Ia bahkan menyebut sejumlah tempat kegiatan keagamaan juga menjadi sasaran para pengedar narkoba saat ini. "Selain ponpes, tempat-tempat kegiatan keagamaan juga harus diawasi agar tidakdimasuki para pengedar narkoba," kata Arif.Ia mengakui jika selama ini BNK Blitar hanya mampu melakukan penyuluhan denganmengundang para pengurus ponpes dan perwakilan santri saja. Hal ini membuatantisipasi terhadap kemungkinan masuknya pengedar ke lingkungan ponpes dantempat-tempat kegiatan agama menjadi lemah.Pengungkapan kasus narkoba di Kabupaten dan Kota Blitar pada tahun 2007 inimengalami peningkatan sekitar 30 persen. Paling banyak melibatkan kalangan pelajar dan remaja dengan narkoba jenis ganja. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait