Razia Software Bajakan, Polisi Siapkan Tenaga Ahli

Razia Software Bajakan, Polisi Siapkan Tenaga Ahli

- detikNews
Selasa, 26 Jun 2007 13:38 WIB
Madiun - Maraknya penggunaan program software bajakan di Madiun dan sekitarnya membuat polisi gerah. Pasalnya, sejak maklumat Kapolda Jatim, yang dikeluarkan 3 Maret 2007 lalu, hingga kini jajaran Polwil Madiun belum menemukan hasil para pelaku pelanggaran pidana hak cipta itu. Meski dari awal, Polwil Madiun sudah melakukan lidik di sejumlah penjual personal computer (PC), puluhan warnet, maupun di instansi pemerintah kabupaten dan kota, tetap saja hasilnya nihil. Polwil Madiun selalu kesulitan untuk melacak keberadaan software illegal itu. "Untuk memudahkan operasi penanggulangan hak cipta sesuai maklumat Kapolda, kami saat ini sedang menyiapkan tim ahli program maupun perakitan untuk melacak kebaradaan install yang di gunakan," ujar Kapolwil Madiun, Kombes Pol RM Tampubolon saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui Kasubag Reskrim Kompol Suparmin, SH, Selasa (26/6/2007).Soal anggapan, lanjut dia, pengguna program software ilegal di Madiun dan sekitarnya nyaris tidak tersentuh oleh aparat, pihaknya menepis adanya isu tersebut. Menurutnya, sejak awal pihaknya hingga kini terus memantau perkembangan pengguna software baik di perorangan, warung internet (warnet), istansi pemerintahan. "Bila perlu, operasi ini diawali dari kantor jajaran kepolisian wilayah Madiun. Ini biar, masyarakat menilainya operasi software dilakukan tidak tebang pilih," janjinya.Ia menegaskan, operasi software ilegal di Madiun baik kabupaten dan kota tetap menjadi perioritas utama kepolisian. Karena, saat direncanakan matang-matang, ternyata operasi tersebut bocor kepada masyarakat. Tentu saja, operasi yang pernah digelarnya awal pertengahan Juni 2007 lalu tidak membuahkan hasil. Pasalnya, baik penjual PC maupun mengguna jasa warnet, dengan sigapnya membuat program software itu. Tapi, dengan adanya informasi tentang perkembangan maraknya pengguna program software di Madiun, pihaknya tetap siaga bahkan untuk sementara waktu tidak menyebutkan hari maupun tanggal operasi software ilegal itu akan dilakukan oleh jajarannya. "Belajar dari pengalaman, kali ini kami tidak mau kecolongan lagi. Biar dia bersemi dulu, setelah sekian lama tiarap. Saat-saat mereka muncul dan lengah, baru kami sikat," jelasnya."Razia pun segera dimulai. Mohon maaf untuk hari dan tanggal. Nanti aja lah, kalau sudah siap baru kami hubungi," tandas Suparmin. (mar/mar)
Berita Terkait