Hidung Belang Ogah Beli, ATM Kondom di Madiun Rusak

Hidung Belang Ogah Beli, ATM Kondom di Madiun Rusak

- detikNews
Selasa, 26 Jun 2007 13:00 WIB
Madiun - Anjungan Mandiri Tunai (ATM) Kondom, yang disediakan di depan ruang Poli Klinik Infeksi Menular Seksualitas (IMS) kawasan Wisma Wanita Harapan Gude RT 06 RW 01, Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten, Madiun, rusak.Sayangnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun hingga kini belum melakukan perbaikan. Lalu bagaimana dengan penanggulangan atau ansisipasi masuknya penyakit HIV/AID dikalangan pekerja seks komersial (PSK) setempat?ATM Kondom berukuran 80 X 100 Cm bantuan dari Departemen Kesehatan (Depkes) Provinsi Jatim dipasang pada 6 Januari 2005 lalu itu disaksikan oleh Ny Pandu Djunaedi (istri Bupati Madiun Djunaedi Mahendra), Ketua DPRD Tomo Budhiharyoso."Atm Kondom ini, sudah lama rusak kok mas. Sejak saya bertugas di Poli Kilinik ini, tidak pernah melihat para tamu Wisma mampir untuk membeli kondom," ujar Amini (30), Bidan Puskesmas Jiwan yang mengaku baru bertugas di Poli Klionik Gude selama 8 bulan kepada detiksurabaya.com, Selasa (26/6/2007).Sebagian tamu yang datang ke tempat ini, kata Amini, sudah membawa kondom sendiri beli dari luar. Sebenarnya, bila mesin ini ngak rusak harganya relatif terjangkau dengan hanya Rp 500 atau 1000, mereka sudah mendapatkan 1 kotak berisi 12 set kondom berbagai warna dan rasa.Hal serupa dikatakan Nen (32), warga Semarang-Jawa Tengah ini, sejak menjadi PSK di Lokalisasi Gude baru pernah melihat ATM Kondom di sediakan dikawasan Lokalisasi seperti di Gude ini. Menurutnya, sebelum dirinya bergabung di Wisma Wanita Harapan Gude, sudah menjadi PSK dari hotel ke hotel lain."Terus terang saja para tamu yang datang kesini menolak memakainya. Sejak mesin ini rusak, kami di sini diberi kondom oleh Pak RT dari bantuan pemerintah untuk diberikan kepada setiap tamunya. Tapi, kebanyakan tamunya itu menolak kencan bila dipaksa untuk menggunakan kondom ini," tuturnya blak-blakan.Sementara itu, Ketua RT setempat Suwadji (48) menuturkan, ATM Kondom yang diterima dari Depkes Jatim waktu itu sempat beroperasi selama 3 hari. Setelah itu, mesin tersebut macet total bahkan bisa beroperasi secara manual bila dibuka dengan kunci ATM Kondom dari samping. Mesin yang berkapasitas 120 kotak kondom ini, khusus bisa di isi ulang dengan kondom merk Superiordeynasty yang berlabel program keluraga berencana dan mencegah penyakit menular."Bila ATM ini diisi dengan kondom merek lain, tidak bisa dioperasikan. Sebenarnya, waktu itu mesin ini sempat dibetulkan tapi belum sempat digunakan mesin ini macet lagi. Tapi meskipun ada mesin penyedia kondom, kebanyakan para tamu kencan disini tidak mau menggunakan kondom pemberian anak-anak asuk wisma sini. Katanya bila pakai kondom, tidak bisa merasakan kepuasan seks," ungkapnya.Meski ATM Kondom di Lokalisasi Gude macet, tambah dia, tapi soal kesehatan PSK setempat terjamin. Sebab, setiap bulan sekali selalu ada tim medis yang datang untuk 120 PSK yang menghuni lokalisasi tersebut. Sedangkan setiap hari Selasa dan Jumat, dilakukan check up soal penyegahan mencegah kehamilan dengan cara suntik maupun minum Pil KB. (gik/gik)
Berita Terkait