Razia Software Ilegal Hanya Isapan Jempol
Senin, 25 Jun 2007 08:36 WIB
Madiun - Kabar jajaran Polwil Madiun dalam waktu dekat akan menindaklanjuti maklumat Polda Jatim merazia seluruh pengguna maupun penjualan software ilegal. Namun razia itu dianggap warga kota brem hanya sebatas isapan jempol dan tidak pernah terbukti.Pengguna program Software maupun Windows Microsoft ilegal di Madiun dan sekitarnya nyaris tidak tersentuh aparat. Menjamurnya penggunan program ilegal, adalah bukti lemahnya pegawasan aparat setempat.Maklumat itu, memang boleh dibilang hanya gertakan sambal. Namun sebagian pelaku bisnis di kota brem sempat mengantisipasi razia menghentikan pemakaian software bajakan."Sejak ada isu bulan ini bakal ada razia yang akan dilakukan oleh aparat kepolisian, kami sudah 1 bulan lebih tidak menggunakan Software Microsoft lagi. Tapi, kini kami menggunakan software lainnya yang tidak kalah canggihnya dengan Microsoft," ujar Sahid, karyawan Warnet Izone di jalan Kalimantan, kota Madiun, Senin (25/6/2007). Sepinya penjualan software bajakan, membuat puluhan pengusaha internet di Madiun dan sekitarnya, kini merubah program dengan menggunakan software lain yang nantinya tidak akan terkenan razia yang dilakukan oleh polisi.Dengan hilangnya program microsoft, diakui dia, memang sedikit menghambat penghasilan. Sebab, sebelum ada isu razia program bajakan itu, banyak konsumen atau pelanggan yang menggunakan jasa internet yang kesulitan mengoperasikan software selain bawaan microsoft."Kalau dipertahankan, takut kena razia. Tapi, nyatanya sampai sekarang razia yang digembor-gemborkan tidak pernah terlaksana," jelasnya, sembari mengeluhkan adanya isu razia itu.
(bdh/bdh)











































