Diduga Dihabisi Pamannya, Kuburan Agus Dibongkar Polisi
Jumat, 22 Jun 2007 16:26 WIB
Blitar -
Polres Blitar berencana membongkar kuburan Agus Rianto yang diduga meninggal setelah dihabisi oleh pamannya sendiri.Pembongkaran makam Agus Rianto, warga dusun Jepun Desa Tegalrejo Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar ini dilakukan setelah polisi mencurigai adanya tindak kekerasan dibalik kematian korban. Meski keluarga korban dan perangkat desa mengatakan kematian Agus, Rabu (20/6/2007) lalu karena sakit, polisi tidak langsung mempercayainya."Memang pihak keluarga dan perangkat desa tidak melaporkan apa-apa di balik kematian korban. Namun penelusuran kami di lapangan beda," ujar Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Aziz Andriansyah kepada wartawan di Mapolres Blitar, Jumat (22/6/2007).Azis menjelaskan, ia mencurigai kematian korban akibat dikepruk kepalanya dengan besi oleh Istiadi, 45 tahun, yang tak lain adalah pamannya sendiri.Sejumlah tetangga korban mengatakan jika pada saat kejadian korban terlihat mengejar pamannya sambil mengacung-acungkan clurit.Korban marah setelah permintaanya mendapatkan uang sebesar Rp 50 ribu tidak dikabulkan oleh Istiadi. Sebab selama ini korban dikenal nakal dan suka mabuk-mabukan. Karena itu, ketika korban memaksa masuk ke rumah Istiadi, dengan spontan pamannya mengambil batangan besi dan memukulkannya ke kepala korban hingga tewas.Usai membunuh ponakannya sendiri, Istiadi melaporkan ke Kepala Dusun Jepun, Gunawan.Atas kesepakatan keluarga dan perangkat, mereka merahasiakan penyebab kematian korban dan segera memakamkan keesokan harinya."Kami sudah memeriksa Istiadi dan perangkat desa. Semuanya tidak bisa mengelak meski masih menunggu bukti," tambah Kasat.Karena itu, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan otopsi kepada RSUD Ngudi Waluyo Blitar untuk memeriksa jenasah korban yang sudah dimakamkan, Kamis (21/6/2007) di Desa Tegalrejo. Polisi juga sudah mengamankan Istiadi dan memeriksa perangkat desa yang ikut merahasiakan pembunuhan itu
(mar/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































