Ratusan Orang Jejali Sumpah Pocong di Situbondo
Jumat, 22 Jun 2007 15:23 WIB
Situbondo -
Sekitar 500 warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jatim, mendatangi mushala Nurul Fatah, Jumat (22/6/2007). Kedatangan massa itu ke musallah kawasan padat penduduk itu terkait dilaksanakannya sumpah pocong atas tudingan santet terhadap Sukardi (50), warga setempat.Dipimpin KH Jaiz Badri Masduki, pelaksanaan sumpah pocong yang berlangsung usai salat Jumat tersebut berjalan khidmat meski dijejali ratusan massa. Sebagai orang yang dituduh, seluruh tubuh Sukardi dililit dan ditutup kain kafan, layaknya orang meninggal dunia.Menurut keterangan warga, sudah kali ketiga Masduki dituding sebagai pemilik ilmu santet. Meninggalnya 2 warga setempat setahun berturut-turut dengan mengidap penyakit 'aneh'. Menurut warga penyakit aneh itu merupakan ulah Masduki yang memiliki ilmu hitam yang diturunkan oleh orangtuanya. Masduki membantah keras keras tudingan warga tersebut.Bahkan sesaat sebelum berlangsungnya sumpah pocong, Sukardi sempat menantang Safi, orang yang menuding dirinya sebagai pemilik santet untuk turut disumpah pocong. "Ini fitnah dan demi membersihkan nama baik saya, saya bersedia disumpah pocong. Seharusnya Safi juga disumpah pocong agar sama-sama mendapat celaka dan laknat jika tudingannya itu salah," ucap Sukardi.Pelaksanaan sumpang pocong itu berlangsung sejak pukul 13.05 WIB hingga berakhir pukul 13.30. WIB. Inisiator sumpang pocong, Surpiyono, tokoh masyarakat Kilensari menyatakan bahwa ritual tersebut sengaja digelar sebagai upaya untuk meredam emosi massa terkait isu ilmu santet terhadap Masduki."Daripada massa main hakim sendiri dengan merusak atau menganiaya, seperti tahun-tahun sebelumnya, lebih baik kita mediatori. Sebenarnya ini gagasan Masduki sendiri untuk memebersihkan nama baiknya dari tudingan itu," ujar Supriyono.
(mar/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































