Kesal Belum Dibayar, Korban Lumpur Serbu DPRD Sidoarjo
Jumat, 22 Jun 2007 09:59 WIB
Sidoarjo -
Kesal pembayaran uang muka 20 persen bagi korban lumpur belum sepenuhnya direalisasikan Lapindo Brantas Inc, ratusan warga dari Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I, menyerbu gedung DPRD Sidorjo. Warga meminta Pemkab secepatnya menekan BPLS dan Lapindo untuk segera merealisasi pembayaran uang muka ganti rugi.Unjuk rasa sekitar 200 korban lumpur dilakukan di Gedung DPRD Sidoarjo jalan Sultan Agung, Jumat (22/6/2007). "Kita sudah terlalu lama menunggu. Kita ingin ada bukti bukan sekedar janji," kata Suharjo salah satu koordianator aksi dari Tim 16 Perumtas kepada detiksurabaya.com.Warga korban lumpur menurut pria yang biasa disapa Pak Jo, berharap, DPRD Sidoarjo sebagai wakil rakyat bisa membantu warga untuk menekan Lapindo Brantas segera memproses ganti rugi.Selain itu, warga Perum TAS ini mengatakan, kedatangan warga ke gedung dewan juga ingin menjelaskan kepada anggota DPRD Sidoarjo, bahwa mereka tidak pernah melakukan pungutan liar seperti yang dituduhkan beberapa perwakilan warga pada tim 16."Kita tidak pernah melakukan pungli. Kita meminta pada warga, dan itu sudah di setujui mereka," tandasnya.Warga korban lumpur ini mendatangi Gedung DPRD Sidoarjo dengan menggunakan puluhan kendaraan roda dua, truk dan mobil pick up.
(wln/bdh)










































