Wereng Serang Ratusan Hektar Tanaman Padi di Madiun

Wereng Serang Ratusan Hektar Tanaman Padi di Madiun

- detikNews
Kamis, 21 Jun 2007 20:02 WIB
Madiun - Ratusan hektar tanaman padi di wilayah utara Kabupaten Madiun diserang hama wereng coklat. Akibatnya, hasil panen mengalami penurunan mencapai 30-40 persen dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah."Serangan terjadi sejak 10 hari lalu, mengakibatkan tanaman layu dan tidak berbuah, untuk mengurangi kerugian terpaksa petani memanen secara dini. Padahal, idealnya padi dipanen usia sekitar 80-90 hari," ujar Sunardji, ketua Kelompok Tani Madu Rasa (KTMR) Desa Moneng, Kecamatan Pilangkenceng kepada detiksurabaya.com, Kamis (21/6/2007) petang. Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Amelu Roso (KTAR), Desa Pulerejo, yakni Trimo menyatakan sejak serangan hama wereng menyerang tanaman padi usia 50-60 hari, langsung melakukan penyemprotan dengan insektisda. "Namun, tidak membawa hasil maksimal dan serangan makin meluas," terangnya. Berdasarkan pantuan para kelompok tani hama wereng di Desa Moneng menyerang seluas 20 hektar, Desa Pulerejo 20 hektar dan desa lain mencapai 5 hektar sampai belasan hektar. Dilaporkan, serangan hama wereng hingga petang ini pukul 17.00 WIb semakin meluas ke desa lain yakni di Kecamatan Pilangkenceng terutama Desa Krebet dan Luworo.Serangan hama wereng batang coklat menyerang seluas 28,25 hektar, terbagi kategori ringan mencapai 27,5 hektar dan sedang 0,75 hektar. Lalu, hama wereng punggung putih hanya terjadi di Kecamatan Madiun totalnya 12,5 hektar, kategori ringan yaitu di Desa Banjarsari 5 hektar dan Desa Tanjungrejo 7,5 hektar. Sementara itu, Wakil Bupati Madiun H Muhtarom saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah lokasi serangan hama wereng meminta kepada Disperta mengambil langkah lakukan pencegahan. "Saya sudah instruksikan kepada instansi terkait segera melakukan pencegahan, agar serangan hama wereng tidak makin luas," tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Muhtarom di sela-sela sidak sempat melakukan dialog dengan para petani dan memberikan bantuan sejumlah pestisida untuk memberantas hama wereng. Menjawab pertanyaan penyebabnya serangan hama wereng, Kepala Disperta Kabupaten Madiun Edy Sasongko mengatakan disebabkan sejumlah faktor. "Fenomena iklim mundurnya musim penghujan selama 1-2 bulan, sehingga kondisi lingkungan cocok untuk perkembangbiakan hama wereng. Disusul, adanya varietas pemicu tidak tahan terhadap hama wereng, pemakaian pupuk nitrogen cenderung tinggi dan lainnya. Soal jumlah serangan, pantauan kami tidak sampai ratusan hektar," jelasnya. (mar/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait