Suami Sering Nonton Tayub, Sumirah Gantung Diri
Rabu, 20 Jun 2007 18:21 WIB
Bojonegoro - Diduga gara-gara dibakar api cemburu, Sumirah (35) seorang ibu rumah tangga warga Desa Kraman Kecamatan Kedewan Bojonegoro nekat bunuh diri dengan cara menggantung diri. Parahnya, saksi pertama kali yang mengetahui aksi tersebut adalah anaknya, Suratman yang masih berusia 6 tahun.Peristiwa itu berawal dari kebiasaan Saji (40) suami korban yang sering keluar rumah untuk nonton pagelaran Tayub. Dan sudah menjadi tradisi, Tayub identik dengan sinden-sinden muda yang menggoda. Kebiasaan itu membuat korban jengkel dan selalu uring-uringan. Hingga akhirnya, pukul 06.00 WIB kemarin, saat Suratman bersiap hendak pergi sekolah, dikagetkan dengan ibunya yang menggantung di belakang rumah. Kondisinya, korban sudah kaku dengan leher terlilit tali warna biru. Suratman langsung teriak histeris melihat ibu kesayangannya mati dengan tragis. Suami korban melaporkan kejadian itu ke beberapa tetangga dan diteruskan ke Polsek Kedewan.Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tindak kekerasan pada tubuh korban. "Tidak ditemukan kekerasan fisik di tubuh korban. Tapi kami masih melakukan pemeriksaan," terang Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro Kompol Hadi Suryo, Rabu (20/6/2007).Korban diduga sudah merencanakan gantung diri sebelumnya lantaran cemburu terhadap suaminya yang sering meninggalkan rumah.
(mar/mar)











































