Wapres Targetkan 2009 Swasembada Gula

Wapres Targetkan 2009 Swasembada Gula

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2007 17:50 WIB
Pasuruan - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para peneliti untuk menghasilkan varietas tebu yang berkualitas guna memenuhi target tahun 2009 Indonesia swasembada gula. Alasannya, sejauh ini produktifitas gula Indonesia sangat rendah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi gula secara nasional.Tingkat kebutuhan gula secara nasional tahun 2007 mencapai 2,6 juta ton sementara produksi gula per tahun sebesar 2,3 ton. "Kita harus menghindari ketergantungan dengan negara lain. Diharapkan dua tahun kedepan sudah mampu memenuhi target," katanya saat mengunjungi pusat penelitian perkebunan gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, Rabu (20/6/2007) sore.Wapres meminta penelitian ditingkatkan dan digunakan untuk kepentingan komersial. Tujuannya untuk mempercepat dalam menghasilkan produksi gula sesuai target nasional. "Produktivitas tanaman tebu harus digenjot, karena lahan di Jawa tidak akan bertambah," terangnya.Dia juga menyampaikan prihatin dengan lambannya alih teknologi di pabrik gula Indonesia. Pasalnya, dari 4 pabrik gula yang dikunjungi yakni Pabrik Gula Semboro Jember, Pabrik Jati Tujuh Majalengka, Pabrik Gula Trangkil Pati, dan Pabrik Gula Rendeng Kudus seluruh mesin sudah tua peninggalan jaman kolonial.Tingkat rendemen gula, lanjut Jusuf Kalla, rata-rata sebesar 6 sampai 7 persen. Padahal, tercatat dalam sejarah petani di Indonesia pernah menghasilkan tebu dengan kadar rendemen mencapai 15 persen. "Tidak ada negara maju tanpa penelitian," tegasnya.Kunjugan Wapres ke P3GI Pasuruan didampingi sejumlah menteri kabinet Indonesia bersatu seperti Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.P3GI berdiri sejak tahun 1887 oleh pemerintah kolonial Belanda. Setiap tahun dianggarkan dana sebesar Rp 20 miliar per tahun untuk keperluan penelitian. Sumber dana berasal dari iuran PTPN (PT Perkebunan Nusantara), royalti dan pendapatan dari hasil komersialisasi penelitian. (mar/mar)
Berita Terkait